Gandeng Puspa Bahari, Dinsos PPPA Natuna Kembali Bina IRT di Binjai

Pembinaan Industri Rumahan kepada Ibu Rumah Tangga di Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat.
Pembinaan Industri Rumahan kepada Ibu Rumah Tangga di Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat.

Natuna, LintasKepri.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Natuna, kembali menggelar kegiatan Pembinaan Industri Rumahan (IR), terhadap para Ibu Rumah Tangga (IRT).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09:00 Wib itu, dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, pada Selasa (19/03/2019) pagi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Rasyid, yang diwakili oleh Sekdes Sayed Zulfadillah, Ketua BPD Binjai Bujang Mustofa, para staff Desa Binjai serta puluhan peserta yang terdiri dari IRT.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan, yang ada diwilayah tingkat Desa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam hal ini, Dinas yang berada dibawah Kepemimpinan Hj. Kartina Riauwita tersebut, kembali menggandeng Forum Partisipasi Publik untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Puspa) Bahari, Kabupaten Natuna.

Dari Kiri, Ketua BPD Binjai, Sekdes Binjai, Wakil Puspa Bahari, Sekretaris Puspa Bahari dan Ketua Bidang Sosial dan Perlindungan Anak Puspa Bahari Natuna.
Dari Kiri, Ketua BPD Binjai Bujang Mustofa, Sekdes Binjai Sayed Zulfadillah, Wakil Puspa Bahari Abdullah Lubis, Sekretaris Puspa Bahari Sugianto Utomo dan Ketua Bidang Sosial dan Perlindungan Anak Puspa Bahari Syamsuriana.

Ketua Puspa Bahari Natuna, Roy Parlin Sianipar, melalui Wakil Ketua I Abdullah Lubis menjelaskan, bahwa Forum yang dibentuk pada 03 Agustus 2018 itu, memiliki fungsi sebagai mitra untuk pembantu Dinsos PPPA Natuna, untuk mewujudkan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di daerah yang terletak diujung utara NKRI tersebut.

Pemberdayaan ini, dilakukan dalam bentuk memberikan pemahaman tentang Industri Rumahan (IR), dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat menengah kebawah, yang diperankan oleh para IRT.

“Agar para Ibu Rumah Tangga bisa membantu suaminya mencukupi kebutuhan rumah tangganya, melalui Industri Rumahan yang mereka jalani,” kata Abdullah Lubis.

Dalam hal ini, pria berdarah Batak itu menjelaskan, bahwa pihaknya akan menampung segala keluhan dan kendala, yang dialami oleh para pelaku Industri Rumahan yang ada di Desa Binjai.

Keluhan tersebut, nantinya akan ditindak lanjuti oleh Puspa Bahari Natuna, melalui Instansi terkait. Misalnya menyangkut masalah pemasaran produk, pihak Puspa Bahari bersama Dinsos PPPA, akan meminta solusi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Natuna, atau Instansi terkait lainnya.

Foto bersama seusai acara.
Foto bersama seusai acara.

“Semua permasalahanya akan kita tampung dulu, sebagai bahan evaluasi bagi kami, untuk kita ditindak lanjuti lebih lanjut,” terang Abdullah Lubis.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Data Gender Dinsos PPPA Natuna, Kuwati, menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan langkah Dinsos PPPA untuk melakukan pendataan jumlah IRT yang menjalankan Industri Rumahan, serta untuk mengetahui jenis usaha mereka serta kendalanya.

“Data ini nantinya akan kita sampaikan ke Kementerian terkait, untuk menjadi bahan evaluasi mereka,” katanya.

Selain melakukan pendataan, pihaknya juga memberikan pembinaan, tentang usaha Industri Rumahan, kepada para ibu-ibu yang berjumlah sekitar 40 orang.

Dalam hal ini, Dinsos PPPA Natuna juga menghadirkan beberapa narasumber, untuk memberikan materi tentang menjalankan Industri Rumahan, kepada puluhan IRT di daerah tersebut.

Terpisah, Rosidah (51), salah seorang IRT pelaku Industri Rumahan, dibidang kerajinan tangan, mengaku sangat kesulitan untuk memasarkan hasil kerajinan tangan mereka, berupa anyaman rotan.

Para Ibu Rumah Tangga saat mengikuti Pembinaan Industri Rumahan.
Para Ibu Rumah Tangga saat mengikuti Pembinaan Industri Rumahan.

Anyaman tersebut, dibuat dengan berbagai bentuk dan jenis peralatan rumah tangga. Seperti tudung saji (penutup makanan), rak bumbu dapur, tas serta bakul.

“Kami menjualnya susah bang. Kadang kalau tidak ada yang pesan, bisa sampai berbulan-bulan numpuk dirumah. Sehingga perputarannya lambat,” keluh Rosidah.

Apalagi, kata Rosidah, untuk membuat satu jenis peralatan dapur berbahan baku rotan, membutuhkan waktu yang cukup lama. Bayangkan saja, dari mulai mengambil rotan ke hutan, membersihkan, merendam, menjemur hingga menganyam sampai berbentuk salah satu peralatan rumah tangga yang siap untuk dipakai, waktu yang dibutuhkannya mencapai satu minggu.

“Kadang dalam satu minggu itu, hanya dapat bikin 10 buah tudung saji. Harganya pun hanya Rp 25 ribu perbuah, jadi tak seimbang dengan waktu pengerjaannya. Itu pun lambat laku. Tapi kalau ada yang nampung, kami semangat bikin setip hari. Mungkin bisa mempekerjakan orang lai juga,” harap Rosidah.

Selain ke Desa Binjai, Dinsos PPPA bersama Puspa Bahari Natuna, juga akan menggelar kegiatan yang sama di Desa Selaut, Kecamatan Bunguran Barat.

Laporan : Erwin Prasetio