FKPS Jadi Motor Penggalangan Dana Korban Rumah Terbakar di Tanjung Kumbik

Aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh FKPS dan para komunitas sosial lainnya.

Aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh FKPS dan para komunitas sosial lainnya.

Natuna, LintasKepri.com – Forum Kita Peduli Sesama (FKPS), kembali melakukan aksi penggalangan dana, untuk korban yang tertimpa musibah rumah terbakar, milik warga asal Desa Tanjung Kumbik, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), beberapa waktu lalu.

Dalam aksi sosial penggalangan dana yang dilaksanakan pada Minggu (30/06/2019) petang tersebut, FKPS menggandeng sejumlah komunitas dan lembaga sosial lainnya. Diantaranya Fiz R Bersaudara, YRSN, SSFC, Mojan, Forum Anak Natuna (FAN), PMR SMAN 2 Bunguran Timur, Pramuka Kwarcab Bunguran Timur dan sejumlah komunitas lainnya.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi penggalangan dana, Wiansih, menjelaskan, bahwa terdapat 2 titik yang menjadi lokasi penggalangan dana. Yaitu di simpang empat Pasar Ranai (depan Masjid Raya Al-Jami’) Kecamatan Bunguran Timur dan disekitar objek wisata Pantai Teluk Selahang (Tanjung), Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut.

“Alhamdulillah, antusias teman-teman dari berbagai komunitas dan organisasi masyarakat, sangat tinggi. Mereka tampak sangat bersemangat dalam melakukan aksi sosial pada hari ini,” ujar Wiansih, melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

Korlap penggalangan dana saat memberikan arahan kepada para relawan.

Korlap penggalangan dana saat memberikan arahan kepada para relawan.

Wanita yang menjabat Kepala Bidang Kesehatan FKPS Natuna itu mengungkapkan, bahwa aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap Ibu Meri (55), yang rumahnya hangus terbakar pada Rabu (26/06/2019) kemarin.

Dari aksi tersebut, FKPS dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan sejumlah uang hasil dari sumbangan para dermawan, yang mencapai lebih dari Rp 10 juta.

Ketua FKPS Natuna Sugianto Utomo, atau yang akrab disapa Yanto, saat ditemui di Kecamatan Serasan menuturkan, bahwa hasil sumbangan tersebut akan segera diserahkan kepada korban rumah terbakar yang ada di Desa Tanjung Kumbik, Kecamatan Pulau Tiga Barat.

“InshaAllah setelah saya sampai di Ranai nanti, langsung kami serahkan hasil sumbangan masyarakat tersebut, kepada Ibu Meri. Rencananya kami akan menyerahkan bersama Dinas Sosial Natuna. Tadi saya sudah jumpa sama Kadisnya, beliau bilang siap turun ke Pulau Tiga Barat, untuk ikut memberikan sumbangan,” ujar Yanto.

Foto bersama usai menggalang dana.

Foto bersama usai menggalang dana.

Yanto berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban pihak keluarga korban, akibat musibah yang menimpanya.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh masyarakat Natuna, terutama bagi yang telah peduli dengan kondisi Ibu Meri, dengan cara menyisihkan sebagian rejekinya. Bagi yang belum berkesempatan untuk beramal, kami hanya berharap do’a yang terbaik untuk Ibu Meri beserta keluarganya, agar beliau diberikan ketabahan dan mendapatkan ganti yang lebih baik dari Allah SWT. Kami juga mengapresiasi semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana ini,” ungkap Yanto.

Kepada media ini, Kadis Sosial PPPA Natuna, Hj. Kartina Riauwita membenarkan, bahwa pihaknya juga akan turut berpartisipasi dalam memberikan santunan kepada Ibu Meri.

“Iya, rencananya kami juga akan memberikan bantuan berupa sembako. InshaAllah tanggal 4 Juli nanti kita turun ke Pulau Tiga Barat, bersama teman-teman dari FKPS,” ujar Kartina, seraya menikmati segelas es cendol.

Para relawan penggalang dana saat menghitung hasil uang yang terkumpul dari para dermawan.

Para relawan penggalang dana saat menghitung hasil uang yang terkumpul dari para dermawan.

Sebelumnya warga dari Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat, juga telah melakukan penggalangan dana untuk Ibu Meri. Informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini, bahwa penggalangan dana dari dua Kecamatan tersebut, berhasil terkumpul dana sekitar Rp 7 juta.

Untuk diketahui, bahwa rumah Ibu Meri terbakar, saat dirinya sedang sibuk mengisi minyak bensin ke dalam botol air mineral, untuk dijual didepan rumahnya. Lantaran rumah korban belum teraliri listrik, terpaksa ia harus menggunakan sumber penerangan dari lampu pelita.

Tampak salah seorang anggota FKPS Natuna, sedang menyodorkan kardus kepada aparat Kepolisian, yang hendak menyumbang dana.

Tampak salah seorang anggota FKPS Natuna, sedang menyodorkan kardus kepada anggota Polisi, yang hendak menyumbang dana.

Namun naas, lampu pelita yang diletakkan tidak jauh dari posisinya saat mengisi minyak bensin, membuat bensin menyambar lampu pelita tersebut, dan dengan cepat api membesar dan menghanguskan bangunan rumah yang terbuat dari kayu, beserta isinya.

Untung saja api tidak sempat merembet ke sejumlah rumah milik tetangga korban, yang posisinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top