Dugaan Penganiayaan Terhadap Siswa di Tambelan Masih Lidik

Foto: Ilustrasi Net
Foto: Ilustrasi Net

Bintan, LintasKepri.com – Kepolisian wilayah Kabupaten Bintan menyebut kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa bernama Zulkarnain (9) kelas 4 SDN 001 Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Tajuddin masih dalam penyelidikan (Lidik) mendalam oleh penyidik Polsek Tambelan.

“Waalaikum salam Wr Wb. Terimakasih, berkaitan dengan kejadian di Tambelan tentang dugaan adanya penganiayaan yang dilakukan oleh seorang guru kepada muridnya saat ini sedang dalam penyelidikan penyidik Polsek Tambelan,” kata Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto, Rabu (7/9) ketika dikonfirmasi melalui seluler.

Sayangnya Kapolres Bintan ini tidak menjelaskan secara rinci apakah Tajuddin selaku terlapor sudah dipanggil oleh pihak penyidik Polsek Tambelan guna dimintai keterangan. Karena berdasarkan informasi, Amat selaku ayah dari Zulkarnain (korban,red) telah melapor ke Polsek Tambelan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan di Tambelan, Baharuddin telah menerima laporan atas kejadian tersebut dari orang tua anak yang menjadi korban perilaku “Kurang Berperikemanusiaan” yang diduga dilakukan oleh sang Kepala Sekolah bernama Tajuddin, S.Pd.

Baharuddin menjelaskan, korban yang masih usia dibawah umur itu dipukul pada bagian kepala menggunakan raket badminton.

“Berdasarkan laporan yang saya terima dari orangtua korban, anak ini dipukul pada bagian kepala dengan menggunakan raket badminton,” katanya, Selasa (6/9) lalu.

Aksi “bejat” tersebut yang diduga dilakukan Kepsek SDN 001 Tambelan Tajuddin, S.Pd berawal dari latihan upacara bendera pada Sabtu (3/9) di halaman sekolah.

“Setelah dipukul, korban mengalami muntah-muntah dan belum mau menceritakan kepada orangtuanya tentang kejadian pemukulan di sekolah yang dialaminya,” ungkapnya.

Melihat kondisi anak semakin parah pada Senin (5/9), muncul kecurigaan dari Amat (ayah korban). Akhirnya pun, Zulkarnain (korban) menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya.

“Orangtua korban langsung melapor ke saya setelah mendapat informasi dari anaknya selaku korban. Senin malam (5/9) langsung kami bawa ke Puskesmas Tambelan guna mendapatkan pertolongan medis,” terang Baharuddin.

Sementara Kepala Sekolah SDN 001 Tambelan, Kabupaten Bintan, Tajuddin, dikabarkan langsung berangkat menggunakan KM Bukit Raya.

Di wawancara terpisah, Amat sebagai ayah korban membenarkan bahwa anaknya telah dipukul oleh Kepala Sekolah pada kegiatan latihan upacara bendera, Sabtu (3/9) kemarin.

“Sekarang anak saya lagi merintih kesakitan di kepalanya,” katanya.

Akibatnya pun Zulkarnain (korban) tidak bisa sekolah. Selain itu juga mengalami muntah-muntah usai dipukul pada bagian kepala oleh Kepsek tersebut.

Disisi lain berdasarkan keterangan ibu korban, Sinta menjelaskan aksi pemukulan yang dilakukan memang benar di bagian kepala anaknya.

“Kepala anak saya dipukul pakai raket badminton di bagian pemegang raketnya,” tegas Sinta ibu korban.

Akibat pemukulan tersebut membuat anak pertamanya itu tidak bisa menempuh pendidikan di sekolah dikarenakan mengalami demam hingga muntah-muntah.

“Semakin parah, bahkan keluar air melalui hidung,” terang Sinta. (Iskandar)