DPD Golkar Natuna Ucapkan Selamat kepada Pasangan Jokowi-Amin

Ketua DPD II Partai Golkar Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, saat foto bersama Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto.

Ketua DPD II Partai Golkar Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti, saat foto bersama Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto.

Natuna, LintasKepri.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengucapkan selamat atas terpilihnya pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin), sebagai Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk periode 2019-2024.

Capres dan Cawapres nomor urut 01 tersebut, berhak menjadi pemenang atas pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno (Prabowo-Sandi), setelah adanya Rapat Pleno terbuka final perhitungan suara Pemilu Serentak 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang digelar pada Selasa (21/05/2019) dini hari, sekitar pukul 01:45 Wib, di Gedung KPU Jakarta.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti. Menurutnya, ucapan itu sudah layak untuk disampaikan, lantaran KPU sudah menyampaikan secara resmi 100 persen hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilu Serentak 2019, yang berasal dari seluruh TPS, baik didalam maupun diluar negeri.

“Kami dari DPD Partai Golkar Kabupaten Natuna mengucapkan selamat kepada Bapak Ir. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin, atas terpilihnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024,” ungkap Ngesti Yuni Suprapti, Rabu (22/05/2019) petang.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Natuna itu berpesan, agar seluruh pendukung dari pasangan calon nomor urut 01 maupun 02, untuk kembali bersatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya kata dia, dengan diumumkannya secara resmi hasil rekapitulasi perhitungan suara oleh pihak KPU, menandakan berakhirnya pesta demokrasi yang berjalan aman, damai, sejuk, jujur dan adil.

“Mari kita kembali bersatu. Siapapun Presidennya, kita tetap satu warga negara Indonesia. Jangan lagi ada permusuhan atau perpecahan karena beda pendapat dalam Pemilu. Kita harus legowo menghormati keputusan resmi dari pihak KPU. Jangan mau diadu domba dengan isu People Power, yang bisa menggoncang persatuan bangsa ini,” pesan Ngesti kepada seluruh masyarakat.

Mantan Anggota DPRD Natuna periode 2009-2014 itu menambahkan, bahwa Jokowi layak untuk kembali memimpin Republik Indonesia (RI) untuk 5 tahun kedepan. Pasalnya kata dia, dijaman Pemerintahan Jokowi, banyak daerah yang dulunya tertinggal, kini perlahan-lahan mulai berbenah, lewat pemerataan pembangunan. Salah satunya adalah Natuna. Kabupaten yang berada diujung utara NKRI itu, merupakan salah satu daerah yang merasakan dampak dari pembangunan infrastruktur yang merata dalam program Nawacita Jokowi.

“Kita bisa lihat di Natuna, sangat banyak sekali program Pemerintah Pusat yang masuk. Dari mulai pembangunan SKPT di Selat Lampa, Pelabuhan-pelabuhan, Puskesmas, Jalan, Jaringan Internet, Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan, Listrik hingga BBM satu harga, itu adalah hasil dari program Pak Jokowi. Dan masih banyak lagi program beliau yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu,” papar Ngesti.

Ditambahkannya, bahwa melalui Nawacita Presiden Jokowi ke 3, yaitu membangun Indonesia dari daerah pinggiran, Natuna telah ditetapkan 5 percepatan pembangunan oleh Presiden ke tujuh tersebut. Diantaranya percepatan pembangunan melalui sektor Minyak dan Gas (Migas), Pariwisata, Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan serta Pertahanan.

Ngesti berharap, pasangan Jokowi-Amin bisa melanjutkan program pemerataan pembangunan bagi daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T), seperti Kabupaten Natuna. Ia pun berharap agar Pemerintah Pusat bisa memberikan jalan bagi Kabupaten Natuna, untuk ditingkatkan lagi statusnya menjadi sebuah Provinsi Khusus, bersama Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

“Dengan dijadikannya Natuna sebagai Provinsi Khusus, akan dapat mempercepat kemajuan pembangunan. Mengingat letak geografis dan geopolitik kita berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Ini adalah harapan besar bagi seluruh masyarakat Natuna dan Anambas. Mudah-mudahan Pemerintah Pusat bisa segera merespon keinginan masyarakat perbatasan ini,” pungkas Ngesti.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top