Ditanya Kepastian Penyaluran BLT, Rahma Lari Terbirit-birit

Pemko Tpi
Plt Wali Kota Tanjungpinang Rahma. Foto: Dokumen LintasKepri.com.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang Rahma, hingga kini masih memiliki ‘utang’ kepada masyarakat setempat terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Awalnya Rahma berjanji akan menyalurkan BLT pada Juni kemarin. Sudah memasuki Juli, Rahma masih juga belum menepati janjinya itu. Padahal banyak masyarakat yang menanti.

Ketika dijumpai di salah satu lokasi di Tanjungpinang, Rahma langsung lari terbirit-birit menuju mobilnya saat awak media menanyakan kepastian penyaluran BLT.

“Nanti ya,” ujar Rahma sambil berlari terbirit-birit, Sabtu (11/7).

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tanjungpinang, Amrialis, mengungkapkan beberapa waktu lalu pihaknya sudah menemui Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri untuk membahas masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dari hasil pertemuan dengan BPKP, Amrialis mengatakan pada masa sekarang yang sudah masuk era normal baru (new normal), BLT bisa dibagikan dan tidak bertentangan dengan aturan.

“Kemarin sudah kita bahas dengan BPKP. BLT bisa dibagikan saat masa ini (new normal),” ujar Amrialis di Kantor Camat Bukit Bestari, Jumat (10/7) lalu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, menyarankan jika memang BLT lama akan disalurkan kepada masyararakat, silahkan transparan daripada membiarkan masyarakat lama menunggu.

“Silahkan mau dibagikan atau tidak, jangan membiarkan masyarakat lama menunggu,” ujar Weni, Rabu (24/6) lalu, di Morning Bakery kilometer 8 atas Tanjungpinang.

Weni menyebut bahwa hingga saat ini laporan soal masyarakat yang terkena dampak COVID-19 belum masuk ke DPRD Tanjungpinang.

“Apa saja yang sudah diberikan kepada masyarakat serta dana yang sudah digunakan untuk penanganan COVID-19 juga belum dilaporkan,” katanya.

(san)