'

Disnaker Koperasi dan Usaha Mikro Gelar Pelatihan Menjahit Bordir

Disnaker Koperasi dan Usaha Mikro Gelar Pelatihan Menjahit Bordir.

Disnaker Koperasi dan Usaha Mikro Gelar Pelatihan Menjahit Bordir.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan pelatihan menjahit dan bordir di SMKN 2, Senin (19/8).

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang Herlina Susilowati, menuturkan, kegiatan dilaksanakan selama 20 hari dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.

“Peserta yang mengikuti pelatihan ini perwakilan dari kelurahan yang ada di empat kecamatan Kota Tanjungpinang,” ucapnya.

Herlina menjelaskan, perwakilan kelurahan yang mengikuti kegiatan ini yakni Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kampung Baru, Bukit Cermin, Tanjung Ayun Sakti, Kampung Bulang, Kota Piring, Pinang Kencang, dan Batu IX.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada tiap-tiap kelurahan untuk mengirimkan perwakilannya, dan kebetulan saja perempuan semua yang dikirim oleh masing-masing kelurahan,” tambahnya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, lanjut Herlina, peserta akan diberikan bantuan mesin jahit untuk satu orang satu.

“Bantuan itu akan kita pantau terlebih dahulu, tidak diberikan begitu saja,” ungkapnya.

Dipilihnya SMKN 2 Tanjungpinang untuk lokasi pelatihan karena narasumber adalah guru-guru yang ada di sekolah ini. Selain itu juga sesuai dengan jurusan yang ada di sekolah ini seperti menjahit dan bordir.

Foto bersama.

Foto bersama.

Sementara itu, ditempat yang sama, Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma, meminta kepada seluruh peserta benar-benar siap untuk menerima pelatihan ini dari narasumber.

“Kuncinya semua peserta harus sudah siap menerima pelatihan ini,” katanya.

Selain itu, lanjut Rahma, peserta juga harus paham dan belajar menjahit maupun membordir.

“Hari ini seluruh peserta diberikan pelatihan tingkat pemula. Mudah-mudahan selanjutnya akan naik ke tingkat mahir dan akhirnya ketingkat profesional,” ungkapnya.

Rahma berharap 20 peserta yang ikut pelatihan ini akan menjadi pengusaha konveksi.

“Kita tak ingin yang mengikuti pelatihan ini hanya sekedar ikut-ikutan saja, dari pada tak ada kerja dirumah,” tegasnya.

Rahma juga akan mendatangi rumah-rumah 20 orang yang ikut pelatihan ini dengan tujuan apakah benar ilmu yang didapat digunakan.

Ia juga akan mengecek bantuan mesin jahit yang diberikan setelah pelatihan, dipergunakan atau hanya sekadar dipajang saja.

“Bantuan mesin jahit diterima, tapi hanya jadi pajangan saja di rumah, hal ini yang tidak kita inginkan,” tutup mantan anggota DPRD Tanjungpinang ini.

(cho)

Baca juga :

Top