Dinas Sosial Natuna Launching BPNT di Bunguran Tengah, Ini Mekanismenya !!

Penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara simbolis kepada KPM di Kecamatan Bunguran Tengah.
Penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) secara simbolis kepada KPM di Kecamatan Bunguran Tengah.

Natuna, LintasKepri.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Natuna, melalui Bidang Sosial, melaunching secara resmi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2019.

Launching BPNT tersebut berlangsung di salah satu Kedai milik Bapak Tuningrat, di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, pada Kamis (26/09/2019) kemarin siang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Sosial PPPA Natuna, Hj. Kartina Riauwita, Kepala Cabang Bank Mandiri Ranai, Jimri Fernando Sitompul, Pimpinan KCP

Percobaan penggunaan KKS BPNT.
Percobaan penggunaan KKS BPNT.

Bulog Ranai, Yusnan Dongoran Siregar, Camat Bunguran Tengah, Abdul Karim, para Kepala Desa se Bunguran Tengah, Kortek BPNT Natuna, Ari Azhari, TKSK Bunguran Tengah, Warso dan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bunguran Tengah.

Selain itu juga turut hadir Manager Unit Operasional Sistem Pembayaran Bank Indonesia Batam, Novi Iryani dan Manager Fungsi Analis Sistem Pembayaran Keuangan Inklusif dan Perlindungan Konsumen, Andi Fauzi Rivandi.

Peninjauan di salah satu e-warong yang ada di Kecamatan Bunguran Tengah.
Peninjauan di salah satu e-warong yang ada di Kecamatan Bunguran Tengah.

Kartina menjelaskan, BPNT adalah bantuan pangan dari Pemerintah kepada KPM untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang, kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

Kata dia, BPNT ini akan diberikan kepada KPM setiap bulan sekali, pada tanggal 25. Dalam satu bulan, KPM berhak menerima sejenis saldo yang masuk melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dengan jumlah sebesar Rp 110 ribu.

“BPNT ini adalah program transformasi dari program Rastra (Beras Sejahtera, red) yang sebelumnya. Bedanya, kalau Rastra diterima oleh KPM dalam bentuk beras, jika BPNT ini diterima masyarakat melalui KKS, yang berisi saldo sebesar Rp 110 ribu. Nanti KKS itu bisa ditukarkan dengan beras atau telur, di e-warong yang telah ditunjuk oleh pihak Bank Mandiri, sebagai mitra Pemerintah untuk menyalurkan BPNT,” jelas Kartina, didampingi oleh Kabid Sosial, Fitri.

Foto bersama usai Launching program BPNT 2019.
Foto bersama usai Launching program BPNT 2019.

Kartina menyebutkan, bahwa setiap e-warong yang ditunjuk oleh Bank Mandiri, akan menyediakan mesin gesek, untuk dijadikan sebagai alat penukaran BPNT dengan beras atau telur, kepada KPM melalui KKS yang telah mereka terima.

Saat ini, sambung Kartina, telah ditunjuk sebanyak 37 e-warong di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna. Namun, 14 diantaranya mengalami blankspot.

“Kalau didaerah yang blankspot, mereka menggunakan mesin gesek yang offline. Itu pihak Bank Mandiri yang menyiapkannya,” terangnya.

Berikut melanisme penggunaan KKS BPNT yang benar.
Berikut mekanisme penggunaan KKS BPNT yang benar.

Masih kata Kartina, bahwa selama tahun 2017 hingga 2019, masih belum ada perubahan jumlah KPM untuk skala Kabupaten. Saat ini, terdapat 1.588 KPM yang tersebar diseluruh Kabupaten Natuna.

“Tapi kalau dari skala Desa, banyak yang sudah berubah. Misalnya Desa A terdapat 10 KPM, namun ternyata ditahun selanjutnya ada penurunan 2 KPM. Nanti 2 KPM itu bisa dialihkan ke Desa lain, yang dinilai layak untuk mendapatkannya,” jelasnya.

Dalam hal ini, KCP Bulog Ranai bertugas sebagai penyedia komoditi, untuk selanjutnya didistribusikan beras standart medium dan telur ayam, kepada seluruh e-warong yang tersebar diseluruh Kabupaten Natuna.

Laporan : Erwin Prasetio