Pemko Tpi

Dikabarkan Terpapar COVID-19, Kadis DP3 Tanjungpinang Tutup Usia

Almarhum Ahadi semasa hidup. Foto: dokumen LintasKepri.com.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang berduka. Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Ahadi, dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 15.01 WIB di RSUD Tanjungpinang, Jumat (29/1).

Almarhum dikabarkan terpapar COVID-19 bersama istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tanjungpinang Retnowati.

Almarhum sempat mengabarkan terkena corona (COVID-19) melalui pesan berantai sebelum meninggal dunia.

“Assalamualaikum Wr Wb Sahabat sahabatku saya beserta istri Retnowati sore tadi dinyatakan Positif Corona 19: sekarang dirawat di RSUD Tanjungpinang, Mohon Doa semoga kami berdua cepat sehat Kembali Aamiin Aamiin Ya Rabbal Aalamiin,” ungkap mendiang.

Selain itu, mendiang juga sempat mengirimkan foto dirinya bersama sang istri ketika dirawat di RSUD Kota Tanjungpinang.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Rahma, dalam pesan suara yang disebarkan di grup wartawan mengatakan kalau almarhum sudah menghembuskan nafas terakhir.

“Bahwa jam 15.01 pak Ahadi telah meninggal dunia, hasil EKG-nya sudah tidak ada lagi tanda-tanda denyut nadi,” ujar Rahma melalui pesan suara, Jumat.

Saat ini jenazah menunggu hasil PCR (Polymerase Chaint Reaction) guna memastikan apakah dikebumikan secara protokol kesehatan atau seperti biasa.

“Untuk saat ini sambil menunggu hasil PCR-nya dinyatakan positif atau negatif, setelah itu baru dipastikan untuk jenazahnya dikebumikan secara protokol kesehatan atau seperti biasa,” ungkap Rahma.

Untuk istri almarhum dikabarkan dalam kondisi yang cukup buruk. Wali kota juga memohon doa seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang untuk kesembuhan istri almarhum Ahadi. Pasalnya saat ini istri almarhum tengah berjuang melewati masa kritis.

“Mohon bantu doanya untuk istri Alm Pak Ahadi, Ibu Retno kondisinya mengkhawatirkan. Saat ini pernapasannya dibantu dengan ventilator. Semoga ibu Retno bisa melewati masa kritisnya,” ucap Rahma.

Dia mengajak agar masyarakat setempat tetap mematuhi protokol kesehatan, jangan mengabaikan peraturan yang telah dibuat pemerintah.

(san)