Pemko Tpi

Diduga Konsumsi Narkoba, Seorang Mahasiswi Diamankan BNN

Inilah (RK) Mahasiswi yang diduga menggunakan Narkoba yang di amankan BNN Kota Tanjungpinang, (08/11)
Inilah (RK) Mahasiswi yang diduga menggunakan Narkoba yang di amankan BNN Kota Tanjungpinang, (08/11)

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Seorang mahasiswi disalah satu perguruan tinggi di Kota Tanjungpinang, berinisial RK (22) diduga menyalahgunakan Narkoba, mencak-mencak ketika terjaring razia rutin yang digelar tim gabungan dari BNN, TNI, Polri serta Satpol PP di Galaxi Pub Jl Rawasari, Kilometer 5 bawah Kota Tanjungpinang, Minggu (08/11) sekitar pukul 02.20 WIB.

Usai dilakukan tes Urine, Rk dinyatakan positif melakukan penyalahgunaan Narkoba, RK langsung dibawa petugas BNN ke Mapolres Tanjungpinang untuk ditindaklanjuti dan dilakukan pengembangan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang, AKBP Ahmad Yani mengatakan, kegiatan ini adalah Razia rutin. “Kita juga melibatkan kekuatan penuh dari BNN, TNI, dari Pom AD, Al dan AU serta Polisi termasuk petugas dari Satpol PP,” Katanya, di halaman Polres Tanjungpinang, usai melakukan razia.

Razia menyisir keseluruh tempat-tempat hiburan, mulai dari café, pub serta hotel kelas melati yang disinyalir tempat untuk penyalahgunaan Narkoba. “Lokasi yang kita sisir mulai dari cafe, karaoke Cosmos, Shangrila dan hotel Rasa Yakin serta Galaksi Pub,” terangnya.

Dari sejumlah lokasi yang disisir, tim hanya mendapatkan satu orang wanita yang diduga mengkonsumsi Narkoba, “Setelah kita melakukan tes urine, positif menyalahgunakan Narkoba, kita lakukan pengembangan dan kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Disinggung kegiatan tersebut diduga bocor, A Yani mengakui, “seperti teman-teman lihat, ada indikasinya seperti itu, telah bocor,” sebut Kepala BNN Kota Tanjungpinang itu.

Terkait dengan melakukan tes urine yang dilakukan untuk wanita saja di Galaxi Pub, A yani menjelaskan, tes urin hanya untuk orang-orang yang dicurigai saja, “Yang tidak kita curigai, kita tidak melakukan tes urine kepada mereka,” jelasnya.

Mulai dari bulan April hingga November ada sekitar 35 orang yang direhab, baik rawat jalan maupun yang dirawat inap, .”Mereka semuanya ditangkap, sebagian dari jangkauan BNN, ada juga dengan kesadaran mereka sendiri yang datang ke kantor untuk direhab,” tutup A Yani.(Aliasar)