Pemko Tpi

Dewi Kumalasari Motivasi Perempuan Kohati Kembangkan Kemampuan Diri

Dewi Kumalasari Motivasi Perempuan Kohati Kembangkan Kemampuan Diri.
Dewi Kumalasari Motivasi Perempuan Kohati Kembangkan Kemampuan Diri.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Dalam rangka Milad Kohati Ke-53, Korps HMI Wati Tanjungpinang-Bintan menggelar Seminar Keperempuanan dengan tajuk “Menggali Potensi Perempuan di Era Milenial” di Asrama Haji Tanjungpinang, Sabtu (21/9).

Hadir sebagai pemateri anggota DPRD Kepri, Hj.Dewi Kumalasari, M.Pd, Kepala Dinas P3AP2KB Kepri, Misni, SKM, M.Si dan Psikolog, Afitri Susanti, S.Psi, MM.ch.t.

Dalam materinya, Dewi Kumalasari memotivasi para peserta yang seluruhnya kaum perempuan yang tergabung dalam Korps HMI Wati (Kohati) dari berbagai perguruan tinggi di Tanjungpinang dan Bintan.

Dikatakannya, perempuan memiliki potensi yang sangat besar. Tidak hanya penikmat hasil pembangunan melainkan juga memiliki andil yang tinggi sebagai pelaku pembangunan.

“Kita semua memiliki kesempatan yang sama, yang membedakan hanyalah kesungguhan. Saya yakin adik-adik semua memiliki jiwa yang optimis dan semangat yang tinggi untuk menentukan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Bersumber dari pengalaman pribadi keberhasilannya di bidang politik hingga mampu menduduki kursi parlemen daerah dengan perolehan suara yang sangat signifikan mengharapkan generasi-generasi perempuan saat ini mampu mengembangkan semangat dan jiwa optimis menjadi peluang bagi kemajuan individu maupun untuk daerah dan bangsa ini ke depan.

“Sudah banyak perempuan yang berhasil dalam berbagai bidang dari tingkat daerah, nasional bahkan internasional, seperti Sri Mulyani, Ibu Risma, Susi Pudjiastuti dan lainnya. Jadikan sebagai motivasi bagi diri masing-masing dan buktikan bahwa perempuan itu bisa,” imbuhnya.

Di era milenial saat ini yang serba digital, teknologi menjadikan pola pikir manusia menginginkan segala sesuatu secara simpel dan mudah. Selain berdampak positif, efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan teknologi tak sedikit membawa pengaruh buruk seperti pornografi, hoax, penipuan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, Dewi berpesan bahwa perempuan yang terlahir sebagai anak dan nantinya akan menjadi istri bahkan ibu harus mampu mengimbangi perkembangan teknologi sesuai kebutuhan dan menghindari dampak-dampak negatif.

“Teknologi harusnya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kebutuhan kita. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menjadi filter bagi pengaruh buruk teknologi” tutupnya.

(*)