Bupati Natuna Salurkan Bantuan Pangan dan APD di Bunguran Timur Laut

LPP Gurindam web
Bupati saat menyerahkan APD secara simbolis.

Natuna, LintasKepri.com – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, menyerahkan bantuan sembako kepada 136 KK masyarakat rawan pangan di wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Penyerahan dilaksanakan secara simbolis kepada 3 warga Desa Tanjung, bertempat di gedung serba guna kantor Camat Bunguran Timur Laut, Senin (06/04/2020) siang.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Hariningsih, Kadis Kesehatan Rizal Rinaldy, Camat Bunguran Timur Laut Isparta Chairiyadi.

Penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat secara simbolis.

Bupati Abdul Hamid Rizal mengatakan, penyerahan bantuan sembako ini untuk meringankan beban masyarakat. Kedepan akan terus dilaksanakan demi menjaga stabilitas ekonomi.

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan pangan masyarakat kita terbantu. Kedepan akan terus kita laksanakan,” ujar Hamid.

Kendati ditengah wabah virus corana (Covid-19), Pemda Natuna berusaha keras memenuhi kebutuhan pangan masyarakat agar tidak putus. Sampai kini, pemerintah tetap memberi ruang kepada pemilik kapal, untuk mensuplai kebutuhan sembako.

Sambutan Camat Bunguran Timur Laut.

“Kami Pemda sudah bekerja keras, menyiapkan sembako kebutuhan masyarakat agar tidak putus,” katanya.

Selain menyerahkan bantuan pangan, Bupati Natuna juga menyerahkan APD dan Rapid test kepada Puskesmas Tanjung, serta sejumlah uang untuk tim gugus penanggulangan Covid-19 di Bunguran Timur Laut.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan Natuna Sri Hariningsih mengatakan, penyerahan bantuan dilaksanakan secara sederhana, dalam rangka mengantisipasi penyebaran corona.

Bupati saat berbincang dengan Camat Bunguran Timur Laut.

Sri menyampaikan, data penerima diperoleh dari pihak desa diteruskan ke kecamatan. Selanjutnya dikirim ke Dinas Ketahanan Pangan untuk dilakukan verifikasi.

“Kategorinya masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup dalam jangka panjang. Volume bantuan kita sesuaikan dengan jumlah jiwa per KK, jadi gak sama rata,” ujarnya.

Laporan : Erwin Prasetio