Pemko Tpi

BUMD Akan Jadikan Gedung Serbaguna Sebagai Pasar Induk Pedagang Akau

Pertemuan pengurus P2KAPL bersama BUMD, Camat, Lurah dan RT setempat serta Ketua LPM Kelurahan Kemboja,(13/11).
Pertemuan pengurus P2KAPL bersama BUMD, Camat, Lurah dan RT setempat serta Ketua LPM Kelurahan Kemboja,(13/11).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Direktur Utama (Dirut) BUMD Kota Tanjungpinang prihatin melihat kondisi bangunan gedung serbaguna yang kurang terawat, di jalan Potong Lembu, RT 01/RW 1X kelurahan Kemboja, Kota Tanjungpinang. Pihaknya berkeinginan untuk membenahi dan akan dijadikan pasar induk pedagang Akau, seperti minimarket dan lain sebagainya.

Hal diatas disampaikan Dirut BUMD Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana diacara pertemuan antara pengurus Persatuan Pedagang Kuliner Akau Potong Lembu (P2KAPL) bersama BUMD, Camat, Lurah dan RT setempat serta Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kemboja, Yahya, Jum’at (13/11).

“Saya mohon ijin pak Camat, Lurah serta RT setempat, saya berkeinginan untuk mengelola gedung serbaguna ini, untuk dijadikan Pasar Induk Akau seperti minimarket. Kita juga akan membuat Ajungan Tunai Mandiri (ATM) disamping gedung ini,” katanya.

Mendengar hal tersebut, Ketua LMP Kelurahan Kemboja yang baru dilantik, menanggapinya, bahwa gedung tersebut digunakan untuk pertemuan masyarakat serta untuk penyimpanan barang-barang Inventaris dari Kelurahan.

“Masalah bangunan ini yang  akan dikelola oleh pihak BUMD saya rasa itu tidak mungkin, karena gedung ini digunakan untuk pertemuan masyarakat Kemboja. Selain itu juga untuk penyimpanan barang-barang Kelurahan, Saya juga sudah mengadakan pertemuan dengan seluruh RT se-Kelurahan Kemboja, bahwa mereka tidak setuju gedung ini dikelola BUMD,” kata Yahya.

Lurah Kemboja, Tri Putranto, setuju dengan keinginan BUMD untuk mengelola gedung tersebut. Namun pihaknya meminta agar disediakan fasilitas untuk penyimpanan barang dan ruangan untuk pertemuan masyarakat.

“Saya setuju pihak BUMD mengelola gedung ini. Namun, saya meminta agar pihak BUMD untuk menyediakan lahan atau ruangan untuk penyimpanan barang serta ruangan untuk pertemuan masyarakat,” pintanya.

Tri Putranto menambahkan, masalah gedung belum dianggarkan karena belu terdaftar sebagai aset daerah.

Karena kondisi baik luar dan dalam ruangan gedung serbaguna sudah tidak terawat. Sekitar 30 menit sebelum dilakukan pertemuan tesebut,  diseluruh ruangan disemprot pengharum ruangan oleh Ketua P2KAPL, Alimin alias Awang.

Pantauan media dilapangan, gedung serbaguna tersebut diduga minim perawatan, plafon yang terbuat dari triplek sudah banyak yang lapuk karena tetesan air hujan, atapnya pun sudah banyak yang bocor, didalam ruangan tercium bauk busuk yang menyegat.(Aliasar)