'

Basarnas Tanjungpinang Gelar Sosialisasi Sistem Deteksi Dini

Basarnas Tanjungpinang Gelar Sosialisasi Sistem Deteksi Dini.

Basarnas Tanjungpinang Gelar Sosialisasi Sistem Deteksi Dini.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menggelar sosialisasi sistem deteksi dini terhadap pemilik transportasi laut di Aula Kantor Basarnas, Selasa.

Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang Budi Cahyadi, menuturkan agenda tersebut dari Direktorat Basarnas Sesuai Amanat UU No. 29 Tahun 2014 bahwasanya Basarnas wajib memberikan layanan pertolongan.

“Wilayah NKRI dan wilayah kerja Basarnas di Kepri berpotensi rawan kecelakaan,” katanya.

Menyikapi hal yang berpotensi rawan terjadinya musibah di laut, Basarnas terus berupaya meningkatkan penyelamatan. Salah satunya sistem deteksi dini.

“Harapan kami peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik dan mampu mempraktekkannya di lapangan,” ungkapnya.

Kepala KSOP Tanjungpinang Aprianus Hangki berharap kegiatan ini semua peserta dapat memahami dan mengaplikasikannya diatas kapal.

“Kami sangat mengapresiasi sosialisasi ini sehingga dapat mengurangi jumlah korban kecelakaan di laut. Kiranya apa yang di sosialisasikan Basarnas ini dapat terinstal dengan baik,” katanya.

Hangki mengimbau terhadap pengguna transportasi laut agar waspada terhadap perubahan cuaca.

Kata dia pelabuhan Tanjungpinang salah satu pelabuhan keluar masuk penumpang yang cukup besar dan Kepri merupakan peringkat pertama alur masuk penumpang.

“Oleh karena itu kita harus betul-betul waspada dalam dunia pelayaran,” tegasnya.

Direktur Sistem Komunikasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji menuturkan, sosialisasi ini bertujuan memberikan keselamatan sesuai amanat undang-undang.

“Basarnas tidak bisa kerja maksimal kalau tidak ada koordinasi dengan TNI-Polri,” ungkapnya.

Sistem deteksi dini ini mampu mendistribusikan informasi dan tidak akan maksimal jika tidak didukung peralatan di kapal.

“320-an pelayaran telah teregistrasi. Kalau sudah teregistrasi akan lebih mudah,” kata Bambang.

Dia menjelaskan, jumlah operasi SAR terhadap kecelakaan transportasi di laut pada 2016 dan 2017, rata-rata 600 kasus.

Informasi sering diketahui sehari setelah kejadian. Itu akibat banyaknya kapal-kapal swasta yang tidak dilengkapi dengan ipad.

“Demi keselamatan kami imbau agar mengaktifkan radio. Pendaftaran sistim deteksi dini di Kantor SAR gratis dan bisa ke kantor maupun online,” ungkapnya.

(Iskandar)

Baca juga :

Top