BASARNAS Natuna Butuh Tambahan Alat dan Personel

Personel Kantor SAR Natuna saat menunjukkan beberapa alat yang mereka miliki.
Personel Kantor SAR Natuna saat menunjukkan beberapa alat yang mereka miliki.

Natuna, LintasKepri.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B, atau yang lebih dikenal dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masih sangat membutuhkan kelengkapan Peralatan dan Personel.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas B Natuna, Mexianus Bekabel. Menurutnya, jumlah peralatan dan personel di lembaga yang dipimpinnya saat ini, masih jauh dari kata layak.

“Untuk peralatan dan jumlah personel masih sangat kurang sekali. Idealnya untuk Kantor SAR kelas B ini, sekitar 80 orang personel. Sementara untuk Kantor SAR kelas A, sebanyak 100 hingga 300 orang personel,” ungkap Mexianus Bekabel, saat menggelar Coffe Morning bersama awak media Natuna, di Kantor SAR Natuna, pada Kamis (02/05/209) siang.

Kepala Kantor SAR kelas II Natuna, Mexianus Bekabel, saat menyampaikan kata sambutan.
Kepala Kantor SAR kelas II Natuna, Mexianus Bekabel, saat menyampaikan kata sambutan.

Mexi menjelaskan, saat ini jumlah personel yang dimiliki oleh Kantor SAR Natuna dan Pos SAR Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), sebanyak 40 orang personel. Artinya, jumlah tersebut masih sangat kurang layak, untuk Kantor SAR kelas B, yang meliputi dua Kabupaten sekaligus.

“40 orang personel itu sudah termasuk Team Rescue Khusus dan Pegawai Administrasi. Itupun yang 12 orang personel baru direkrut dari Pusat, dan bertugas disini baru sekitar satu minggu,” katanya.

Saat ini, kata Lelaki asal Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut, Kantor SAR Natuna hanya memiliki 13 orang personel untuk Team Rescue Khusus yang bertugas dilapangan, sebagai Team Pencarian dan Pertolongan. Sementara untuk di Kantor SAR Anambas, hanya ada sebanyak 4 orang personel. Sisanya hanya bertugas sebagai Pegawai Administrasi di Kantor.

Mexi membeberkan, hambatan penambahan jumlah personel untuk Kantor SAR diseluruh Indonesia, terkendala pada kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dari segi pembiayaan dan perekrutan pegawai. Sehingga kurangnya jumlah personel tersebut tidak hanya dialami oleh Kantor SAR Natuna dan Pos SAR Anambas saja, namun terjadi diseluruh Kantor SAR yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia.

Foto bersama awak media usai Coffe Morning.
Foto bersama awak media usai Coffe Morning.

Untuk kelengkapan peralatannya sendiri, Kantor SAR Natuna masih membutuhkan beberapa peralatan pendukung lainnya, untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Diantaranya Rescue Truck, yang untuk mengangkut peralatan SAR Darat, Laut dan Udara. Lalu mobil dan motor serta peralatan utama lainnya.

“Saat ini peralatan yang kita miliki baru Mobil D-Max, Rescue Ship, Truck Personel, Jet Sky, Rescue Gray, Lifting Pad, Ekstrikasi Portabel, Alat Sistem Komunikasi dan peralatan penting lainnya,” terang Mexi.

Selain kekurangan perlengkapan peralatan SAR dan jumlah personel, Kantor SAR Natuna juga belum memiliki Gedung untuk Pos SAR yang ada di Kabupaten Anambas.

“Saat ini gedung untuk Pos SAR di Anambas juga masih ngontrak. Kami harap Pemerintah Daerah setempat bisa menghibahkan lahan untuk kami membangun gedung sendiri. Karena kami hadir untuk membackup masyarakat dan daerah tersebut, saat terjadi bencana,” ungkap Mexi.

Suasana Coffe Morning antara Kepala SAR kelas II Natuna dengan para awak media.
Suasana Coffe Morning antara Kepala SAR kelas II Natuna dengan para awak media.

Untuk mensiasati berbagai kekurangan yang dialami oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas B Natuna, pihaknya mengaku akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, sebagai setrategi untuk melakukan operasi SAR diwilayah tersebut. Diantaranya dengan berkolaborasi bersama pihak TNI, POLRI, Pemerintah, Masyarakat dan Awak Media.

Dalam melakukan Coffe Morning tersebut, Kepala Kantor SAR Natuna didampingi oleh Kasi Operasi Muhammad Saleh dan sejumlah anggota SAR Natuna lainnya.

Laporan : Erwin Prasetio