Pemko Tpi

75 Karyawan PT. TMB BUMD Ikut Assesment

Foto bersama Direksi PT. TMB BUMD Tanjungpinang dengan dua orang perwakilan karyawan yang mengikuti Assesment di Kampus STTI Tanjungpinang, Jumat (15/11) malam.
Foto bersama Direksi PT. TMB BUMD Tanjungpinang dengan dua orang perwakilan karyawan yang mengikuti Assesment di Kampus STTI Tanjungpinang, Jumat (15/11) malam, usai pembukaan kegiatan Assesment karyawan di lingkungan PT. TMB BUMD Tanjungpinang yang dibuka oleh Asisten 2 Setdako Tanjungpinang Bidang Ekonomi Pembangunan, Irwan.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – 75 orang karyawan PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang mengikuti Assesment selama tiga hari dimulai Sabtu (16/11) hingga Senin (18/11).

“Peserta kita 75 orang. Hari ini pembukaan, mulai besok selama tiga hari karyawan mengikuti Assesment dari pukul 7.30 sampai 17.30 WIB,” kata Dirut BUMD Tanjungpinang Fahmi, Jumat (15/11) malam.

Fahmi menyebut, selain karyawan, bagian Divisi dan Kepala Bagian (Kabag) juga dites.

Tim Penguji Assesment yakni dari Inspektorat, DPPKAD, Internal STTI dan Psikolog.

Materi Assesment yaitu ujian tertulis, psikologi/psikotes, barang indeks dan terakhir outbound.

“Yang menentukan tempat yang layak untuk karyawan itu adalah Tim Assesment, bukan saya. Mereka ditempatkan sesuai kemampuan dan ilmu masing-masing. Kami hanya pemantau saja,” kata Fahmi.

Nantinya nilai peserta dikumpulkan, dan jenjang nilai akan terlihat dalam bentuk diagram. Karyawan yang mengikuti Assesment akan ditempatkan sesuai jenjang dan pendidikan.

Ernila, Tim Assesment untuk unsur psikotes/psikologi menambahkan, Assesment (penilaian) biasanya diawali dengan ujian tertulis, kompetensi bidang, atau ujian tes psikologi yang biasa disebut dengan psikotest diakhiri dengan wawancara.

“Kita mau tahu dari kapasitas psikologi seperti sikap kerja, pola kerja, kepribadian, kemampuan intelektual, dan leadership. Intinya menjawab kerja,” katanya.

Foto bersama.
Foto bersama.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang yang diwakili Asisten 2 Setdako Tanjungpinang Bidang Ekonomi Pembangunan, Irwan usai membuka Assesment tersebut di Kampus STTI setempat Jumat (15/11) malam, mengingatkan PT. TMB ke depan bisa berkontribusi untuk Kota Tanjungpinang.

“Sesuai apa yang disampaikan oleh Mendagri, kalau BUMD di daerah tidak menghasilkan sesuatu atau menggerogoti hasil Pemda, lebih baik dibubarkan,” tegasnya.

Irwan juga menilai bahwasanya Assesment dilakukan untuk mencari orang yang tepat di suatu posisi atau jabatan.

Ditempat yang sama, Kabag Ekonomi Pemko Tanjungpinang M. Amin, menilai Assesment akan melahirkan tenaga kerja yang handal dan siap bersaing.

“Mari kita tinggalkan mindset (pola pikir) lama. Tentunya Direksi membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas untuk menunjang inovasi baru di PT. TMB BUMD Tanjungpinang,” katanya.


Resmi Ditutup, Direksi BUMD Belum Terima Hasil Assesment Karyawan

Direktur PT. TMB BUMD Tanjungpinang Irwandi saat menyampaikan kata sambutan di penutupan assesment karyawan PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) BUMD Tanjungpinang di Kampus STTI setempat yang dihadiri oleh staf ahli Marzul Hendri, Senin (18/11).
Direktur PT. TMB BUMD Tanjungpinang Irwandi saat menyampaikan kata sambutan di penutupan assesment karyawan PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) BUMD Tanjungpinang di Kampus STTI setempat yang dihadiri oleh staf ahli Marzul Hendri, Senin (18/11).

 

Assesment terhadap 75 orang karyawan PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang resmi ditutup Senin (18/11) di Kampus STTI setempat.

Assesment itu ditutup oleh Staf Ahli Marzul Hendri dan Direktur PT. TMB BUMD Tanjungpinang Irwandi.

Dikonfirmasi LintasKepri.com, Selasa (19/11), di ruang kerjanya, Direktur PT. TMB BUMD Tanjungpinang Irwandi, menuturkan, hasil penilaian (assesment) ada di panitia dan belum sampai ke meja Direktur Utama (Dirut).

“Hasilnya belum kita dapatkan. Kita ingin rekomendasi assesment dalam waktu dekat cepat keluar. Mudah-mudahan diawal Desember sudah ada,” katanya.

Irwandi menegaskan, direksi tidak ikut campur soal assesment yang dilakukan oleh assessor berjumlah empat orang.

Tim assesment hanya memberikan rekomendasi soal penempatan jabatan untuk karyawan yang diassesment.

“Panitia juga bukan orang yang menempatkan karyawan pada suatu jabatan,” ungkap Irwandi.

Foto bersama.
Foto bersama.

Hasil rekomendasi dari tim assesment diberikan kepada Dirut selaku pimpinan dan diketahui Wali Kota Tanjungpinang selaku pemegang saham.

“Kita sebagai user. Mereka (tim assesment,-red) hanya merekomendasi. Contoh si A, B, C, D layak untuk di posisi A, B, dan C. Misalnya di posisi kepala divisikah, kepala bagiankah, atau di koordinatorkah,” tutur Irwandi.

Idealnya, kata dia, Dirut dan Direktur yang menempatkan karyawan pada posisi suatu jabatan berdasarkan rekomendasi tim assesment.

Irwandi menegaskan, karyawan yang mendapatkan jabatan berdasarkan kemampuan bukan karena faktor like and dislike (suka atau tidak suka).

“Kita ingin profesional. Ini perusahaan pelat merah. Kami selaku direksi ingin berlari kencang dan seirama,” tutupnya.

Sebelumnya, 75 orang karyawan PT. TMB BUMD Kota Tanjungpinang mengikuti assesment selama tiga hari dimulai Sabtu (16/11) hingga Senin (18/11) di Kampus STTI Jalan Pompa Air.

(dar)