20 Ton Air Digunakan untuk Padamkan Api di SMAN 3 Tanjungpinang

– Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar

Asap yang membumbung tinggi saat api melalap salah satu ruangan di SMAN 3 Tanjungpinang, Senin (27/7).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran (Kasatpol PP dan Gulkar) Kota Tanjungpinang, Hantoni, mengungkapkan, sebanyak 20 ton air digunakan untuk memadamkan api yang melalap ruangan komputer di SMAN 3 Tanjungpinang.

“Kita kerahkan 4 unit mobil dengan kapasitas masing-masing mengangkut 5 ton air,” katanya, Senin (27/7).

Hantoni menjelaskan, petugas yang ikut memadamkan api merupakan gabungan yang terdiri dari Pemadam Kebakaran, Sat Sabhara Polres Tanjungpinang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat terbakarnya ruang komputer SMA Negeri 3 Tanjungpinang ini, sebanyak 40 unit komputer tidak dapat diselamatkan.

Hal itu dibenarkan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 3 Tanjungpinang, Asmiarti kepada awak media di lokasi, Senin (27/7).

“40 unit komputer bersama perangkatnya habis terbakar. Selain itu ada juga alat musik kita hangus terbakar,” tutur Asmiarti.

Menurutnya, alat musik yang ikut terbakar karena ruangan musik bersebelahan dengan ruangan komputer.

“Bersebelahan ruangannya. Jadi, yang terbakar adalah ruang komputer, musik, dan ruang Badan Konseling (BK),” sebut Asmiarti.

Petugas Pemadam Kebakaran saat memadamkan api di ruangan komputer SMAN 3 Tanjungpinang, Senin (27/7).

Komputer yang hangus terbakar biasa digunakan oleh guru untuk mengajar secara online kepada siswa.

“Syukur siswa tidak ada. Cuma guru saja,” kata Asmiarti.

Ditempat yang sama, Kapolres Tanjungpinang, Muhammad Iqbal, menegaskan, dugaan awal kebakaran akibat korsleting arus listrik.

“Dugaan awal kita arus pendek listrik. Saya sudah perintahkan anggota untuk menyelidiki ini,” kata Iqbal.

Untuk kerugian, menurutnya, ditaksir mencapai Rp1 miliar. Karena, harga satu perangkat komputer dapat merogoh kocek yang sangat dalam.

“Kita taksir kerugian mencapai Rp1 miliar karena didalam ruangan banyak komputer serta ada juga alat musik,” tutur Iqbal.

Sebelumnya diberitakan, sebuah ruangan komputer di SMA Negeri 3 Tanjungpinang mengalami kebakaran, Senin (27/7) sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut keterangan saksi, Mubarok, kebakaran terjadi diduga akibat korsleting listrik di ruangan tersebut.

“Sekitar jam 14.00 WIB lah. Dugaan korsleting,” ujar Mubarok.

Mubarok mengaku jika selama ini ruangan tersebut telah lama tidak dicek karena aktivitas sekolah sejak pandemi COVID-19 ditiadakan.

(san)