Pemko Tpi

14 Karyawan PT Pelindo Tanjungpinang Dikarantina di Rumah Singgah RSUD RAT

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sebanyak 14 orang karyawan PT Pelindo Cabang Tanjungpinang dikarantina di rumah singgah di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) setelah diketahui reaktif virus corona (COVID-19) usai menjalani rapid test, Jumat (15/5).

“Tim medis Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) melakukan rapid test terhadap karyawan PT Pelindo Tanjungpinang dan hasilnya 14 orang dinyatakan reaktif. Mereka langsung dikarantina di RSUD RAT,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, Sabtu (16/5).

Direncanakan esok akan dilakukan test swab terhadap 14 karyawan tersebut. Tjetjep menyebut kondisi 14 karyawan itu dalam keadaan baik, dan telah melakukan beberapa kegiatan.

“Kondisi mereka baik, namun sebelumnya telah melakukan beberapa kegiatan salah satunya penyerahan sembako untuk masyarakat melalui Pemprov Kepri di ruangan Sekda,” ungkapnya.

Tjetjep yang ikut hadir diacara penyerahan sembako untuk masyarakat melalui Pemprov Kepri di ruangan Sekda tersebut juga akan menjalani test swab.

“Karena pada saat penyerahan sembako kemarin saya juga ada disitu, saya berencana akan melakukan swab test,” katanya yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tanjungpinang, Rustam, juga membenarkan ada 14 karyawan PT Pelindo Cabang Tanjungpinang yang reaktif COVID-19 berdasarkan tes cepat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, saat konferensi pers di Puskesmas Jalan Ir Juanda, Rabu (4/3).

“Iya benar, terdiri dari 1 orang wilayah kerja Tanjung Uban, 4 orang wilayah kerja Kijang, dan 9 orang wilayah kerja Tanjungpinang,” katanya yang juga Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Koa Tanjungpinang.

Saat ini, sambung Rustam, Gugus Tugas sedang melacak riwayat perjalanan dan kontak serta pengambilan swab untuk pemeriksaan lab PCR terhadap 14 karyawan tersebut.

(cho)