Lintaskepri.com, Bintan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) resmi menggelar Pelatihan Kewirausahaan bertajuk “Skill Up, Economy Grow”, Senin (17/02/2025).
Program ini bertujuan membekali pemuda dengan keterampilan di bidang Tata Rias dan Barista guna mencetak wirausaha muda yang siap bersaing di dunia usaha.
Pelatihan ini diikuti oleh 28 peserta yang terbagi dalam dua kategori, yaitu 14 peserta pelatihan Tata Rias dan 14 peserta pelatihan Barista.
Mereka merupakan putra-putri Kabupaten Bintan berusia 16-30 tahun yang telah melalui proses seleksi ketat.
Kepala Dispora Bintan, Alfeni Harmi, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap program ini sangat tinggi.
Tercatat sebanyak 415 pemuda mendaftar melalui beberapa tahap seleksi, mulai dari pendaftaran via Google Form, penyusunan portofolio dalam bentuk video, hingga wawancara yang melibatkan akademisi sebagai tim seleksi.
“Peserta yang terpilih telah melalui berbagai tahapan seleksi ketat. Kami ingin memastikan bahwa mereka benar-benar memiliki komitmen dan potensi untuk berkembang sebagai wirausaha,” jelas Alfeni.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan 100 Wirausaha Muda yang dicanangkan Bupati Bintan.
Selain mendapatkan pelatihan intensif, para peserta juga memperoleh peralatan usaha sesuai bidang masing-masing.
Tak hanya itu, mereka akan mendapat pendampingan dan pembinaan dari tim profesional selama satu tahun penuh.
Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk mengukur perkembangan usaha yang dijalankan peserta pasca pelatihan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi pemuda serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pelatihan ini bukan sekadar menambah keterampilan, tetapi juga meningkatkan daya saing dan inovasi peserta. Baik Tata Rias maupun Barista, mereka harus mampu menciptakan produk baru dan terus beradaptasi dengan perkembangan industri,” ujar Ronny saat membuka acara di Awandari Resort.
Ronny menambahkan bahwa penguatan manajemen bisnis dan kewirausahaan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Strategi pendampingan ini, diharapkan lahir wirausaha muda yang mampu menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing di pasar nasional maupun global,” harapnya.