Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Tanjungpinang menutup akhir tahun dengan pameran bonsai selama 10 hari di Jalan Ganet, Kota Tanjungpinang.
Mengusung tema “Peran PPBI dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif dan Minat Bakat Penggemar Bonsai di Kepri”, acara ini menjadi wadah edukasi, hiburan, dan peningkatan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.
Pameran ini menghadirkan sekitar 150 bonsai dari berbagai jenis, termasuk Anting Putri, Cemara Udang, Cemara Sinensis, Cucur Atap, Lohansung, Waru, Wokianti, dan Santigi.
Ketua PPBI Kota Tanjungpinang, Irwan Bhay, menegaskan bahwa sebagian besar spesies yang dipamerkan merupakan pohon lokal khas Kepulauan Riau.
Salah satu daya tarik pameran adalah bonsai Anting Putri yang menjadi maskot acara. Pohon ini pernah ditawar hingga Rp1,2 miliar oleh seorang kolektor, menjadikannya simbol seni dan dedikasi tinggi dalam dunia bonsai. Pohon berusia lebih dari 60 tahun ini menunjukkan nilai sejarah dan keindahan yang luar biasa.
“Ini adalah ajang tahunan yang kami selenggarakan sesuai arahan PPBI Pusat. Selain memperkenalkan seni bonsai, kami juga bertujuan meningkatkan minat masyarakat dan mendukung ekonomi kreatif para anggota,” ujarnya.
Selain menampilkan keindahan bonsai, pameran ini menyediakan sesi konsultasi bagi pengunjung. Mereka dapat membawa bonsai untuk mendapatkan saran perawatan langsung dari para ahli.
“Banyak koleksi bonsai yang biasanya dijaga ketat oleh pemiliknya, kini bisa dilihat secara langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Pameran ini juga diharapkan menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan kontes bonsai di masa depan. “Mudah-mudahan tahun depan kita bisa menyelenggarakan kontes bonsai yang lebih besar,” harapnya.
Acara ini terbuka untuk umum dan dirancang menjadi inspirasi, hiburan, serta edukasi bagi masyarakat Tanjungpinang.
Melalui pameran ini, PPBI Tanjungpinang optimistis mampu meningkatkan apresiasi terhadap seni bonsai sekaligus mendorong peluang ekonomi kreatif baru.(*)
Editor: Brm






