Warga Batu Gajah Keluhkan Debu Akibat Perbaikan Jalan

Jalan di Sebakung Desa Batu Gajah, yang berdebu akibat pengerjaan perbaikan jalan.

Jalan di Sebakung Desa Batu Gajah, yang berdebu akibat pengerjaan perbaikan jalan.

Natuna, LintasKepri.com – Akibat perbaikan atau pemeliharaan jalan trans Selat Lampa-Teluk Buton, menyebabkan sebagian titik jalan yang diperbaiki, menimbulkan debu saat musim kemarau.

Salah satunya yang ada di Sebakung, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. Disepanjang jalan aspal yang berada di Desa tersebut, merupakan titik terparah yang mengalami kerusakan jalan. Akibatnya, jalan harus dikeruk dan ditimbun menggunakan pasir dan batu (sirtu).

Dengan adanya penimbunan badan jalan tersebut, mengakibatkan timbulnya debu saat musim kemarau panjang seperti saat ini.

Hal ini membuat banyak warga mengeluh, akibat debu yang ditimbulkan oleh penimbunan sirtu, saat dilintasi kendaraan.

Kurniawan, salah seorang Ketua RW 1 Air Pucuk, Desa Batu Gajah, mengatakan, debu-debu tersebut beterbangan dan masuk kerumah-rumah warga disekitar tepi jalan, yang mengakibatkan perabot rumah warga sekitar kotor.

“Parah bang, debunya masuk kerumah warga dan mengotori perabot rumah kami,” ujar Kurniawan kepada lintaskepri.com, Kamis (15/03/2018) petang.

Kurniawan mengatakan, seharusnya pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, harus melakukan penyiraman jalan secara rutin, agar tidak mengganggu aktifitas dan kesehatan warga yang tinggal disepanjang jalan yang dikerjakannya tersebut.

“Memang sih disiram, tapi jadwalnya tak menentu. Bahkan kadang-kadang tak disiram sama sekali dalam sehari,” keluh Kurniawan.

Hal senada diungkapkan oleh Gunawan, juga warga Batu Gajah, bahwasannya debu yang ditimbulkan oleh pengerjaan pemeliharaan jalan tersebut, sangat mengganggu masyarakat, terutama warga Batu Gajah dan para pengguna jalan yang melintas.

“Orang-orang pada sibuk mengenai pemekaran Provinsi, kami warga Batu Gajah sibuk dengan debu. Tak adakah solusi untuk warga kami ini,” tulis Gunawan di akun Facebooknya.

Gunawan menyayangkan, pihak perusahaan yang hingga saat ini mengerjakan perbaikan jalan tersebut, tidak rutin melakukan penyiraman jalan. Sehingga sangat merugikan masyarakat.

“Hari ini tidak dilakukan penyiraman sama sekali, jadi debunya makin banyak. Apalagi musim kemarau seperti saat ini,” tulis Gunawan dalam kolom komentar, yang dikonfirmasi oleh media ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan yang mengerjakan jalan tersebut belum bisa dijumpai, untuk dimintai tanggapan.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top