Wabup Ngesti Minta Seluruh Pihak Ikut Berperan Atasi Kenakalan Remaja

Dari kanan, Wabup Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA.

Dari kanan, Wabup Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA.

Natuna, LintasKepri.com – Permasalahan kenakalan remaja di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memang belum menampakkan penurunan. Bahkan semakin hari semakin meningkat. Terbukti beberapa hari yang lalu, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali mendapati puluhan remaja yang kedapatan mengkonsumsi obat batuk cair (OBC) untuk mabuk-mabukkan.

Selain itu, perilaku sex diluar nikah (sex bebas) yang dilakukan oleh para remaja yang ada di bumi sakti rantau bertuah ini, dari waktu ke waktu juga semakin mengkhawatirkan.

Hal ini membuat Wakil Bupati (Wabup) Natuna, Hj. Ngesti Yuni Suprapti semakin gusar. Ia meminta kepada seluruh pihak ikut berperan mengawasi dan mencegah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh para remaja dibawah umur.

“Ini merupakan masalah yang sangat serius, kita harus sama-sama menyelamatkan anak-anak kita dari perilaku yang menyimpang. Seperti narkoba, sex bebas dan kenakalan remaja lainnya,” ungkap Ngesti kepada sejumlah awak media di Gedung Sri Serindit Ranai, Rabu (24/01/2018) kemarin.

Sejauh ini, pihaknya telah melaksanakan MoU kepada beberapa stake holder, diantaranya KPPAD, Dinsos, Disdikpora, Polisi, Satpol PP, Camat dan pihak Sekolah, untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Namun, kata Ngesti, langkah tersebut dinilai belum berjalan dengan baik. Sehingga perlu diadakan pertemuan kembali untuk melanjutkan kerjasama tersebut.

“Karena ini harus dilakukan secara intensif, kalau tidak ya nanti berhenti, terus jalan lagi, lalu berhenti lagi, ya gitu-gitu aja terus. Makanya kita harus bergerak bersama, orang tua dan lingkungan pun harus turut berperan menyelamatkan anak-anak kita. Jangan hanya mengandalkan pendidikan di sekolah saja, tapi juga harus melibatkan pihak yang berhubungan dengan masalah sosial, karena akarnya ya disitu,” tegas Ngesti.

Selain itu, kata Ngesti, pendidikan akhlak dan moral untuk membentuk karakter anak agar berperilaku baik, juga harus lebih ditingkatkan lagi. Pemerintah sendiri akan mengondisikan kembali progres yang pernah ada, seperti jam wajib belajar malam.

Pihaknya juga mengaku akan memberikan surat edaran kepada para pedagang, untuk tidak menjual obat batuk cair dan lem perekat kepada anak dibawah umur secara bebas. Bahkan, ia mengaku akan bertindak tegas dengan memberikan sanksi kepada setiap pedagang, jika masih ada yang membandel, untuk memberikan efek jera bagi mereka.

“Kemarin saya ketemu sama Ibu Risma, penanganan sosial di Surabaya itu sangat bagus sekali, saya sampai terkesima melihatnya. Dan ini harus menjadi contoh bagi kita, agar ini bisa diterapkan juga didaerah kita,” pungkas Ngesti.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top