Tim Youtubers asal Natuna Ini Gelar Aksi Sosial dari Hasil Iklan

Tim Jelajah Rantau Bertuah, yang diwakili Soni Hadi Wijaya, menyerahkan bantuan bubu secara simbolis, kepada ketua kelompok usaha mandiri pengolahan daging kepiting, Hasonangan Lubis.

Tim Jelajah Rantau Bertuah, yang diwakili Soni Hadi Wijaya, menyerahkan bantuan bubu secara simbolis, kepada ketua kelompok usaha mandiri pengolahan daging kepiting, Hasonangan Lubis.

Natuna, LintasKepri.com – Jelajah Rantau Bertuah, adalah salah satu Channel Youtube yang baru berdiri 3 tahun terakhir. Channel yang kerap mengunggah konten karakteristik suatu daerah itu, digawangi oleh Cherman dan Muhammad Rozali alias Mamat.

“Selain saya sama Mamat, kami juga memiliki tim kerja, yang selalu mensuport setiap kegiatan kami. Beliau adalah Om Soni dan Bang Herman Sardiyanto, yang juga ikut mendirikan kelompok ini,” ujar Cherman.

Kata Cherman, selain sebagai saluran Channel Youtube, Jelajah Rantau Bertuah merupakan salah satu kelompok atau komunitas yang bergerak dibidang sosial kemanusiaan. Lebih daripada itu, Channel ini diciptakan juga untuk mengangkat potensi alam yang terdapat disuatu daerah. Seperti potensi ekonomi, pariwisata, sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sosial dan budaya.

“Kami mengexplore karakteristik daerah itu dengan bentuk video dan berita, yang kami unggah ke media sosial,” terang Cherman.

Di tahun ketiga berdirinya Jelajah Rantau Bertuah, kelompok ini pun akhirnya berhasil mengumpulkan sejumlah dana. Yang akhirnya mereka putuskan untuk disalurkan kepada masyarakat, lewat aksi bertajuk “Jelajah Berbagi”.

Pembukaan acara "Jelajah Berbagi" di Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Pembukaan acara “Jelajah Berbagi” di Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Dalam aksi tersebut, tim Jelajah Rantau Bertuah menyasar kepada para nelayan tangkap kepiting (ketam) tradisional yang ada di Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Para nelayan tersebut dibina dan diberikan bantuan alat tangkap berupa 300 buah bubu kepiting.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Serbaguna Kantor Desa Batu Gajah, pada Kamis (22/08/2019) pagi tersebut, bertujuan untuk mendongkrak sektor perekonomian masyarakat, khususnya bagi para nelayan kepiting yang ada di Desa tersebut.

“Sumber dananya kami dapatkan dari profit konten media sosial, iklan dan dari swadaya masyarakat,” kata Cherman.

Pria asal Kecamatan Serasan itu menuturkan, bahwa bantuan bubu tersebut, diserahkan melalui kelompok usaha mandiri pengolahan daging kepiting yang berada di Dusun Sebala, Desa Batu Gajah. Ia menilai usaha rumahan yang digagas oleh Hasonangan Lubis itu, masih menggunakan cara tradisional yang ramah lingkungan, serta mampu menyerap tenaga kerja dari Desa tersebut. Sehingga bukan tanpa alasan, jika bantuan itu diserahkan kepada kelompok usaha bersama pengolahan daging kepiting, yang nantinya dikirim ke luar daerah Natuna.

Selain membagikan sejumlah bubu kepiting, aksi Jelajah Berbagi perdana itu juga memberikan bantuan alat tulis sebanyak 52 paket, kepada para siswa-siswi di SDN 008 Sebala, Desa Batu Gajah.

Tim Jelajah Rantau Bertuah saat menyerahkan bantuan bubu kepiting secara simbolis kepada nelayan tradisional.

Tim Jelajah Rantau Bertuah saat menyerahkan bantuan bubu kepiting secara simbolis kepada nelayan tradisional.

“Mudah-mudahan apa yang kami berikan ini bisa membantu masyarakat Batu Gajah. Saya mewakili Tim Jelajah Rantau Bertuah juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama para donatur, yang turut mendukung dan membantu suksesnya kegiatan sosial ini,” ungkap Cherman.

Kedepan pihaknya mengaku jika masih diberikan amanah oleh masyarakat, akan melaksanakan kegiatan serupa di daerah lain.

“Kami Tim Jelajah Rantau Bertuah juga membuka diri kepada para donasi, yang ingin berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti ini,” pungkasnya.

Selain acara penyerahan bantuan bubu dan alat tulis bagi anak sekolah, kegiatan yang dibuka oleh Camat Bunguran Timur, Wan Suhardi, dan dihadiri oleh Pjs. Kepala Desa Batu Gajah, Yusraidi, para Anggota BPD, Ketua RT/RW dan masyarakat Batu Gajah tersebut, juga diisi dengan penyampaian materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Bakesbangpolda) serta pembinaan nelayan dari Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten Natuna.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top