'

Terlecut Maju

Satu persatu pulau-pulau itu disinggahi. Segala pesona yang tersembunyi harus segera diketahui dunia. Pesona-pesona sebagian pulau di Kepri kini semakin menarik minat wisatawan dunia.

Ketika penikmat wisata dunia membicarakan pulau-pulau dengan fasilitas privat, Kepulauan Riau selalu disebut-sebut. Di antara lima pulau privat untuk wisatawan di dunia, Pulau Bawah, di Kabupaten Kepulauan Anambas selalu menjadi salah satu pilihan. Dia selalu disebut di antara Zaya Nurai Island di Abu Dhabi, Kawasan Amanpulo di Filiphina, Muravandhoo Island di Raa Atol Maldives, Pulau Tetiaroa French Polinesia dan Quilalea Island di Mozambik.

Sebenarnya di Kepri tak hanya Pulau Bawah yang penuh pesona. Banyak lagi pulau-pulau dengan fasilitas wisata yang tak kalah menariknya. Setiap pulau punya keunggulan dan pesona masing-masing.

Tak heran dalam suatu hari, untuk memastikan pengembangan pariwisata di pulau-pulau yang sedang dikerjakan berjalan sesuai perencanaan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyinggahinya.

Pemprov Kepri, sangat antusias untuk membangun kekuatan pariwisata Kepri semakin mendunia. Nurdin, misalnya, telah mengunjungi beberapa pulau yang merupakan kawasan objek wisata seperti Kepri Coral dan Ranoh Island di Kota Batam, lalu Nikoi Island dan White Sand Island di Kabupaten Bintan serta Telunas Resort di Kabupaten Karimun.

Menurut Nurdin, pihaknya memang terus mendorong sejumlah pulau untuk difokuskan peruntukannya menjadi lokasi pariwisata secara penuh. Banyak potensi pariwisata yang telah dan akan siap berdiri dan berjalan. Dengan keberadaan beberapa lokasi pariwisata tersebut nantinya akan mendapat banyak manfaat pula, seperti nama daerah akan semakin terkenal luas, pendapatan daerah akan meningkat serta tenaga kerja lokal pun akan terserap.

Nurdin yakin, kekuatan kemaritiman di Kepri dapat terus terangkat, terutama melalui sektor wisatanya. Apalagi pariwisata di Kepri dengan banyak pulau yang indah nan menawan sudah pula dikenal baik di kalangan dalam daerah maupun luar secara luas.

“Kita harus mampu melihat dan menggerakkan potensi yang luar biasa dan melimpah di Kepri ini,” ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan pengelolaan dan pengemasan kekuatan bahari Kepri akan lebih mudah dan berjalan lancar jika semua pihak termasuk stakeholder terkait menyatukan komitmen bersama, salah satunya dengan penguatan regulasi.

“Misalnya dengan menguatkan regulasi menjadikan beberapa titik lokasi di Kepri untuk check point kunjungan wisatawan manca negara,” ujar Nurdin.

Promosi kata Nurdin, juga harus didorong, karena merupakan hal yang penting. Selain persiapan yang matang dilakukan di titik-titik lolasi di daerah. Tentu hal selanjutnya adalah menggaungkan promosi sebesar-besarnya di semua lini.

Apalagi dengan ribuan pulau yang dimiliki Kepri, bukan hal yang sulit untuk menentukan titik mana yang sesuai, karena masing-masing telah memiliki ciri khas nya.

“Kita yakin gerbang wisata bahari Indonesia tempatnya adalah di Kepulauan Riau,” lanjut Nurdin.

Wakil Gubernur H Isdianto pun menegaskan pengembangan kawasan wisata memang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Pariwisata, menurut Isdianto tetap menjadi primadona di Kepri.

Sekdaprov H TS Arif Fadillah mengatakan, salah satu bentuk promosi adalah dengan rutin menggelar festival. Daerah-daerah di Kepri setiap tahun selalu memiliki iven wisata penting dan masuk kalender nasional. Salah satunya adalah Fwstival Bahari Kepri (FBK). Perhelatan FBK sendiri dilakukan sebagai bentuk tekad dan semangat dari Pemerintah Daerah untuk menjadikan Kepulauan Riau sebagai gerbang wisata bahari di bagian barat Indonesia.

“Potensi bahari Kepri memang layak untuk dikedepankan dan terus dikembangkan setiap tahunnya,” lanjut Arif.

Soal potensi wisata, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural selaku Ketua Tim COE (Calender Of Event) Esthy Reko Astuti mengatakan Kepri memiliki sumber pariwisata bahari yang baik dan didukung pula dengan budaya yang ada.

Malah untuk mempromosikan begitu besarnya potensi wisata bahari Kepri, Gubernur Nurdin dalam beberapa kesempatan selalu membawa calon investor bermain jetski untuk melihat pulau-pulau penuh potensi. Malah, para pe-jetski dari seluruh dunia pun terus diperkenalkan begitu luat dan mempesonanya Kepri sebagai laman bermain mereka.

Ketika Kepri Jetski Exhibition, Nurdin mempertegas bagwa dengan mengandalkan pesona laut, banyak yang bisa dijual.

“Kita ingin semakin menguatkan nama Kepri menjadi destinasi bahari Indonesia,” ujar Nurdin.

Kegiatan ini memang diharap Nurdin dapat dijadikan sarana promosi agar para pe-jetski lainnya dapat ikut andil mengisi objek laut di Kepri. Ke depan diharapkan olah raga lainnya dapat juga digelar di sini.

“Agar para pe-jetski bisa mengenal lebih dekat potensi wisata bahari ini, mereka tidak hanya dengar cerita, tapi melihat langsung bahwa objek laut yang indah ini layak dijadikan obyek wisata. Bukan jetski saja, semua kegiatan olahraga air dapat kita kemas,” lanjut Nurdin.

Jaksa Agung RI HM Prasetyo mengatakan, Kepri memiliki objek wisata yang cukup banyak. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan negara ini.

Prasetyo dalam ceramah umumnya berpesan agar hal ini dikembangkan dan dikemas dengan baik. Kepri, misalnya punya pesona di Lagoi. Demikian juga dengan Pulau Penyengat. Belum lagi wisata kulinernya.

“Banyak peluang yang dimiliki yang harus dimanfaatkan. Manfaatkan peluang untuk memberi keuntungan pada kemajuan daerah,” kata Datok Wira Amar Adiwangsa ini.

Kemajuan daerah memang menjadi tujuan utama Pemprov Kepri dalam setiap pengembangan pembangunannya. Termasuk di sektor pariwisata. Laut yang menghampar luas dengan 2.408 pulau berada di atasnya, menjadi potensi sendiri untuk dikembangkan.

Dengan mengandalkan pesona laut, tak heran kalau pariwisata Kepri semakin terlecut penuh kilauan. Jangan heran, jika suatu saat pulau-pulau di Kepri menjadi tujuan utama turis dunia. Tidak hanya di Pulau Bawah. Itu semua karena memang keseriusan nakhoda di Kepri saat ini.(Tra/Foto:Dispar)

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top