'

Telat Tiba di Tanjungpinang, Ternyata Sriwijaya Sempat Terbang dengan Gangguan Teknis

Sriwijaya Air. Foto: ist

Sriwijaya Air. Foto: ist

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pesawat Boeing 737-300 Sriwijaya Air dari Jakarta tujuan Tanjungpinang yang sempat terbang dengan gangguan teknis akhirnya mendarat di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang sekitar pukul 23.15 WIB, Kamis (16/8).

Seharusnya pesawat dengan kapasitas 148 penumpang ini tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah sekitar pukul 20.00 WIB lebih.

Berdasarkan informasi yang didapat media ini, pesawat telah terbang hingga beberapa menit dan mengalami masalah. Akibatnya penumpang yang berada didalam kabin pesawat panik.

Salah seorang penumpang, Beni, dijumpai di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang mengaku kecewa atas pelayanan dari maskapai Sriwijaya Air.

“Maskapai Sriwijaya tidak bisa menyikapi dengan baik. Kalau namanya pelayanan, masyarakat menginginkan yang prima. Kami ini penumpang. Apalagi ini menyangkut dengan nyawa manusia,” ujar Beni kesal.

Beni menjelaskan, maskapai Sriwijaya tetap ngotot mengarahkan penumpang agar menaiki pesawat yang sama untuk kembali terbang ke Tanjungpinang atau tiket dikembalikan.

“Kebanyakan penumpang pada saat di bandara Jakarta menginginkan pulang ke Tanjungpinang dengan menggunakan pesawat lain,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Beni, pihak Sriwijaya tidak memaksakan kehendak untuk terbang dengan pesawat yang sama dikarenakan menyangkut nyawa manusia.

“Seharusnya pihak maskapai Sriwijaya Air mengganti dengan pesawat lain,” tegasnya.

Dia membeberkan, ada sekitar 30 persen penumpang memilih tinggal di Jakarta dan meminta tiket dikembalikan.

Manager Sriwijaya Air Kota Tanjungpinang, Presley, dikonfirmasi LintasKepri membenarkan hal tersebut. Kata dia masalah teknis.

“Iya benar, masalah teknis. Pesawat sempat terbang beberapa menit dan belum jauh,” kata dia.

Presley menjelaskan, sebelum terbang pesawat itu telah melalui pemeriksaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

Namun, saat mengudara pilot merasa ada hal yang aneh dengan tubuh pesawat hingga mengambil tindakan kembali ke Bandara Cengkareng, Jakarta, untuk mendarat dan akhirnya kembali terbang ke Tanjungpinang setelah dilakukan pengecekan.

(Iskandar)

Baca juga :

Top