Tari Gemu Fa Mi Re Satukan TNI, Polri dan Masyarakat di Perbatasan

img-20180904-wa0019_1

Natuna, LintasKepri.com – Sebanyak 850 orang lebih berkumpul di Pantai Kencana, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), untuk mengikuti tari Gemu Fa Mi Re. Selasa (04/09/2018) pagi, sekitar pukul 07:00 Wib.

Ratusan orang tersebut terdiri dari unsur TNI mulai dari AD, AL dan AU, Polri, Para Dharma Pertiwi dan Bhayangkari, Eksekutif, Legislatif, siswa siswi sekolah dari mulai SD, SLTP dan SLTA serta seluruh elemen masyarakat.

Pemecahan rekor muri tari Gemu Fa Mi Re ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) TNI ke 73 tahun.

img-20180904-wa0020_1

Komandan Kodim (Dandim) 0318/Natuna, Letkol (Inf) Yusuf Rizal, dalam sambutannya mengatakan, bahwa tari Gemu Fa Mi Re, atau yang lebih dikenal dengan Tari Maumere tersebut, dapat membawa kita dalam suasana kegembiraan, untuk kebersamaan dan persatuan antara TNI, Polri dan Masyarakat di daerah perbatasan, seperti Natuna.

“Apabila kita tidak bersatu, mustahil kita dapat menjaga dan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan NKRI,” tegas Yusuf Rizal.

Dandim berpesan, agar jangan sampai terjadi gesekan antara pihak TNI, Polri dan juga Masyarakat. Karena hal itu dapat memicu perpecahan persatuan bangsa Indonesia.

img-20180904-wa0021

“Kalau ada masalah, mari kita selesaikan dengan kepala dingin, dengan musyawarah, bukan dengan kekerasan. Kita harus bisa hidup berdampingan, sampai kapanpun,” pesan Yusuf Rizal.

Perwira melati dua tersebut, juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak, yang ikut mensukseskan acara tersebut, dalam rangka memperingati HUT TNI ke 73 tahun.

“Terimakasih untuk semuanya. Seluruh penarinya terlihat sangat kompak, pokoknya mantap lah,” ucapnya.

Diakhir sambutan, Yusuf Rizal juga menciptakan sebuah Yel Yel baru untuk mempersatukan antara TNI, Polri dan Masyarakat. Yel yel tersebut berbunyi, “TNI, Polri, Rakyat Bersatu Tak Terkalahkan. Yea Yea Yea Yes”.

img-20180904-wa0018

“Biar Yel Yel kita berbeda dengan daerah lain,” cetus Yusuf Rizal.

Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang LXXII Kodim 0318/Natuna, Helfina Yorda Yusuf Rizal, mengaku bahwa pelaksanaan tari Gemu Fa Mi Re ini dilakukan serentak diseluruh Indonesia, sesuai dengan arahan dari Mabes TNI.

Yorda mengungkapkan, bahwa tari yang baru saja dimainkannya tersebut, terkesan sangat fastastis. Pasalnya kata dia, tarian ini baru dipelajarinya tidak lebih dari sepekan.

“Sangat fastastis ya, karena kami hanya latihan selama satu minggu, tapi sudah terlihat sangat kompak sekali,” ungkap Yorda, usai kegiatan.

Tari Gemu Fa Mi Re atau dikenal juga dengan nama Maumere, adalah sebuah lagu daerah dari Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diciptakan oleh Frans Cornelis Dian Bunda alias Nyong Franco pada tahun 2011.

Lagu ini menjadi sangat populer semenjak diunggah ke YouTube pada tanggal 23 Juni 2015. Lagu Gemu Fa Mi Re sudah menjadi fenomena sejak tahun 2012 di Indonesia dan juga mulai ke luar negeri.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Danlanud RSA Ranai Kolonel (Pnb) Prasetya Halim, Wakapolres Natuna Kompol Renan, Ketua DPRD Natuna Yusripandi bersama anggota, pimpinan OPD dan masyarakat.

Laporan : Erwin Prasetio