Tahun Ini Jembatan Sungai Pauh Bandarsyah Dibangun, Telan Biaya Rp 4,6 Milyar

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Natuna, Marzuki.

Natuna, LintasKepri.com – Tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), akan merealisasikan pembangunan Jembatan Sungai Pauh, yang terletak di RT 03 RW 04, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.

Demikian dijelaskan oleh Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Natuna, Marzuki, bahwa Jembatan yang menuju ke Kantor DPRD Natuna yang baru itu, akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Natuna tahun anggaran 2021.

Kata dia, jembatan tersebut akan menelan biaya hingga Rp 4,6 milyar.

“Iya, untuk tahun ini memang ada pekerjaan pembangunan Jembatan Sungai Pauh. Kita tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja,” terang Marzuki, saat ditemui diruang kerjanya, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa (09/03/2021) pagi.

Jembatan di Jalan Sungai Pauh, Bandarsyah, kondisinya tampak begitu parah. Namun tahun ini akan dibangun oleh Pemda Natuna melalui APBD 2021.

Namun untuk waktu pelaksanaannya ia belum bisa memastikan, lantaran kondisi anggaran Pemda Natuna masih belum stabil.

“Karena kondisi anggaran kita ini kan masih belum jelas,” sebutnya.

Namun Marzuki mengakui, bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Hendra Kusuma dan Kabid Anggaran BPKAD Natuna, Suryanto, untuk membahas masalah anggaran kegiatan di Dinas PUPR pada tahun ini.

“Jadi yang diarahkan ke kami untuk segera dilaksanakan adalah kegiatan dari dana DAK. Kalau kegiatan dari dana APBD belum tahu kapan,” jelas Marzuki.

DAK atau Dana Alokasi Khusus, adalah alokasi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada Pemerintah Daerah tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota tertentu, dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Pemerintahan Daerah dan sesuai dengan prioritas Nasional. DAK termasuk di dalam Dana Perimbangan, di samping Dana Alokasi Umum (DAU).

Sekretaris Dinas PUPR Natuna, Nila Misdartiana.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas PUPR Natuna, Nila Misdartiana, bahwasannya ditahun anggaran 2021 ini pihaknya akan melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, draenase, sumber daya air maupun tata ruang. Salah satunya Jembatan di Jalan Sungai Pauh, Bandarsyah.

Namun dirinya mengaku hingga bulan Maret tahun ini, belum ada satupun kegiatan yang mereka laksanakan, dengan alasan kondisi anggaran Pemda Natuna yang masih belum stabil.

“Sampai saat ini kita masih menunggu. Namun dari sisi perencanaan dan persiapan segala macamnya, sudah kita mulai,” kata Nila Misdartiana.

Sebelumnya Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma, saat ditemui beberapa waktu lalu mengaku bahwa setiap pembangunan yang menyangkut hajat orang banyak, akan tetap diprioritaskan.

Pj. Sekda Natuna, Hendra Kusuma, saat ditemui awak media ini diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Intinya setiap apapun yang berdiri diatas kepentingan masyarakat, pasti akan kita dukung,” ucap Hendra Kusuma, belum lama ini.

Sebagai informasi, sebelumnya Jembatan Sungai Pauh, Bandarsyah, sempat memakan korban. Agus, remaja yang tinggal di Jalan Padang Tulung, RT 03 RW 04 Kelurahan Bandarsyah, sempat terjungkal dijembatan darurat yang kini kondisinya sangat memprihatinkan tersebut.

Atas musibah itu, Agus sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Natuna selama beberapa hari, akibat luka parah yang dialaminya.

“Waktu itu kejadiannya malam, pas saya mau jemput kawan saya yang bocor ban dijalan arah ke Kantor Dewan. Saya buru-buru dan tak sadar kalau jembatan tersebut rusak. Saya jatuh kedalam lubang jembatan bersama motor saya,” terang Agus, saat ditemui di RSUD Natuna awal tahun ini.

Rombongan Komisi II DPRD Natuna saat meninjau kondisi jembatan darurat di Jalan Sungai Pauh, Bandarsyah, akhir tahun 2020.

Warga berharap Jembatan Sungai Pauh segera diperbaiki dan dibangun permanen, agar tidak lagi memakan korban.

“Soalnya tidak ada rambu-rambunya, jadi kalau yang tidak tahu, ya bisa terperosok. Seharusnya dipasang tanda bahwa jembatan tersebut rusak dan tak layak dilalui,” saran Adi, yang juga merupakan abang kandung Agus.

Jembatan darurat yang ambrol di Jalan Sungai Pauh tersebut, juga pernah ditinjau langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki, beserta anggotanya, dengan ditemani Kabid Bina Marga Dinas PUPR Natuna.

Saat itu Marzuki meminta agar Pemda Natuna melalui Dinas terkait, dapat segera menganggarkan pembangunan Jembatan di Sungai Pauh, yang selama ini sering dilalui oleh masyarakat Natuna. (Erwin)