SMPN 5 Sekolah Pertama Tidak Gunakan Sedotan Plastik

Pemko Tpi
SMP Negeri 5 Sekolah Pertama Tidak Gunakan Sedotan Plastik.
SMP Negeri 5 Sekolah Pertama Tidak Gunakan Sedotan Plastik.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 (SMPN 5) Kota Tanjungpinang adalah sekolah pertama tidak menggunakan sedotan plastik.

Kepala SMP Negeri 5 Kota Tanjungpinang Yulismar, mengatakan, kebijakan tidak menggunakan sedotan plastik di sekolah ini sudah dilaksanakan setahun lalu.

Pada prinsipnya kata dia, guru tidak suka melihat sampah berserakan di sekolah.

“Awalnya sampah-sampah yang ada di sekolah kita jual kepada bank sampah. Namun timbul sedikit masalah dimana sedotan plastik harus tinggal di sekolah karena bank sampah tidak menerima sedotan plastik,” ucap Yulismar, Rabu (7/8).

Oleh karena itu, sambung Yulismar, sekolah mengeluarkan kebijakan untuk tidak menggunakan sedotan plastik. Lagi pula sedotan plastik juga tidak memiliki nilai jual di bank sampah.

“Stop sedotan plastik di sekolah. Itu kebijakan yang kita ambil,” tegasnya.

Yulismar mengungkapkan, sekolah memberikan pemahaman dan edukasi kepada siswa tentang bahaya sampah yang dapat mengancam kesehatan, salah satunya sampah sedotan plastik.

“Alhamdulillah kebijakan yang kita ambil ini mendapat respon dari LSM Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM),” ungkapnya.

Kata Yulismar, kebijakan yang dibuat di SMPN 5 bersama LSM ALIM mengenai sampah sedotan plastik sampai ke Walikota Tanjungpinang.

“LSM ALIM hari ini mengadakan gerakan pengurangan sampah di sekolah se-Tanjungpinang, dan kami disebut sebagai pelopor,” katanya.

Selain stop penggunaan sedotan plastik, SMPN 5 juga memberlakukan pemberhentian penggunaan merek dagang dari busa (styrofoam) di sekolah.

Sementara itu, ditempat yang sama, Walikota Tanjungpinang Syahrul, apresiasi terhadap SMPN 5 yang telah menjadi pelopor pengurangan sampah plastik di sekolah dalam hal ini penggunaan sedotan plastik.

“Kita apresiasi pihak sekolah baik itu guru-guru dan para siswa yang sudah berhenti menggunakan sedotan plastik maupun styrofoam,” ucapnya.

Syahrul berharap sekolah lain dapat mencontoh apa yang telah dilakukan oleh SMPN 5 Kota Tanjungpinang di Jalan Ir. Juanda ini untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Apresiasi juga tak lupa kita sampaikan kepada LSM ALIM yang telah bersama-sama dengan pihak sekolah mengurangi penggunaan sampah plastik di sekolah,” kata walikota.

Pengurangan sampah plastik di sekolah ini merupakan salah satu menyukseskan program pemerintah pusat.

(cho)