Serda A. Tanjung Ikut Tinjau Pengaspalan Jalan Binjai-Tanjung Bayan

LPP Gurindam web
Tampak Babinsa bersama Kades dan Ketua BPD Binjai, saat meninjau rencana pembangunan jalan aspal.
Tampak Babinsa bersama Kades dan Ketua BPD Binjai, saat meninjau rencana pembangunan jalan aspal.

Natuna, LintasKepri.com – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Binjai, Serda Azhar Tanjung, ikut memantau rencana pembangunan jalan aspal, dari Simpang Tiga Desa Binjai, menuju ke Pelabuhan Rakyat Tanjung Bayan, Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam kegiatan tersebut, Serda Azhar Tanjung mendampingi Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Abdul Rosyid, bersama Ketua BPD Binjai, Bujang Mustofa, yang juga sedang meninjau rencana pembangunan jalan aspal yang ada di Desanya.

Anggota TNI AD dari jajaran Koramil 03/Sedanau tersebut menjelaskan, bahwa jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 3 kilometer, yang di danai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Natuna tahun anggaran 2019, dengan nilai kontrak sebesar Rp 13.442.255.174,17,.

Sebuah alat berat tampak telah disiapkan, untuk mengerjakan pembangunan jalan aspal Binjai-Pelabuhan Tanjung Bayan.
Sebuah alat berat tampak telah disiapkan, untuk mengerjakan pembangunan jalan aspal Binjai-Pelabuhan Tanjung Bayan.

“Yang mengerjakan PT. Bangun Natuna Pratama, dengan waktu pengerjaan selama 150 hari kalender,” terang Serda Azhar Tanjung, melali rilis persnya, pada Senin (08/07/2019) siang.

Sang Abdi Negara dibawah Komando Kodim 0318/Natuna itu menambahkan, bahwa Pelabuhan Tanjung Bayan merupakan salah satu pelabuhan yang digunakan untuk bongkar muat barang, dari Pulau Bunguran Besar, ke sejumlah Pulau yang ada disekitar Kabupaten Natuna.

Seperti ke Pulau Sedanau, Selaut, Seluan, Midai, Pulau Laut, Serasan dan Subi.

Papan plang proyek.
Papan plang proyek.

“Pelabuhan Tanjung Bayan adalah pelabuhan bongkar muat orang dan barang, seperti Pelabuhan yang ada di Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga. Hanya saja Kapal yang merapat kesini adalah kapal-kapal kecil yang terbuat dari kayu, atau yang biasa kita sebut pompong, yang menjadi alat penghubung antar Pulau disekitaran Pulau Bunguran Besar Natuna,” terangnya.

Dengan dibangunnya jalan aspal dari pemukiman Desa Binjai ke Pelabuhan Tanjung Bayan, masyarakat berharap dapat memperlancar arus transportasi darat dan laut, serta dapat menggerakkan sektor perekonomian masyarakat.

Laporan : Erwin Prasetio