Sekda Minta BKN Utamakan Putra Asli Natuna Jadi ASN

img-20180705-wa0028_1

Natuna, LintasKepri.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kamis (05/07/2018) siang.

Kunjungan kerja perdananya ke Natuna tersebut, dalam rangka Penyerahan Nota Pertimbangan Teknis Kenaikan Pangkat (KP), Pertimbangan Teknis dan Surat Keputusan (SK) Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi, Kabupaten/Kota se wilayah Kepri.

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna tersebut, berlangsung di Gedung Serbaguna Sri Serindit, sekitar pukul 10:30 Wib.

Dalam sambutannya Bima Haria Wibisana, mengatakan, bahwa penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus disesuaikan dengan kebutuhan dan bidangnya masing-masing.

img-20180705-wa0026

Kata Bima, boleh saja putra daerah diperhatikan dan dimudahkan dalam penerimaan CPNS, namun harus sesuai bidang mereka.

“Seperti kasus di Papua, mereka ingin guru yang berasal dari daerahnya, namun ternyata tidak ada guru khusus yang membidangi satu pelajaran tertentu. Misalnya khusus guru matematika, fisika, biologi, geografi dan lain sebagainya, namun adanya hanya guru umum. Lalu nanti SDM nya bagaimana ?,” tanya Bima, dihadapan seluruh hadirin.

Bima menegaskan, saat ini dalam rangka penerimaan CPNS, Pemerintah tidak ingin ada kata titip menitip saudara, sahabat dan kenalan. Namun akan dites sesuai dengan kemampuan para pendaftar CPNS masing-masing.

“Sekarang tidak ada lagi kata titip menitip lewat pejabat. Jangankan pejabat setingkat daerah, Kahiyang Ayu yang merupakan anak Presiden Jokowi, saja, tidak lulus tes CPNS,” ujar Bima.

img-20180705-wa0024

Ia juga mengingatkan, agar saat ini setiap ASN harus mulai berinovasi dalam memfaatkan kecanggihan technologi. Apalagi saat ini technologi dari waktu ke waktu terus berkembang pesat.

“ASN harus bisa menguasai technologi. Apalagi di Natuna saya lihat jaringan internet sudah 4G, ini harus kita manfaatkan. Kalau kita masih bekerja dengan cara manual, kapan negara ini akan maju,” tegas pria yang menghabiskan masa kecilnya di tanah Papua tersebut.

Lebih lanjut Bima menambahkan, bahwa setiap ASN wajib bersikap loyal terhadap atasannya. Baik ditingkat daerah maupun pusat.

“Ini justru ada ASN yang ikut-ikutan menulis hastag 2019 ganti Presiden. Padahal Presiden itu adalah pimpinan tertinggi seluruh ASN,” katanya.

img-20180705-wa0027_1

Sementara itu Sekda Natuna, Wan Siswandi berharap, agar Kepala BKN dapat memperhatikan putra daerah Natuna. Pasalnya, wilayah Natuna terpisah oleh lautan. Sehingga banyak ASN dari luar daerah yang enggan dan tidak betah ditugaskan di Pulau-pulau yang ada di Natuna.

“Kami berharap ketika ada tes Nasional, kiranya putra daerah Natuna diutamakan. Karena kalau bukan putra daerah, takut mereka stres saat ditugaskan di Pulau. Kalau orang asli Natuna, mereka sudah terbiasa dengan kondisi daerahnya. Mohon koordinasikan ke Menpan RB,” pinta Wan Siswandi.

Kata Wan Siswandi, banyak ASN dari luar daerah Natuna, terutama para dokter, yang memutuskan untuk mengundurkan diri, ketimbang bertugas di Pulau, yang kondisinya sangat memprihantinkan. Meski kebijakan seluruh nasional disama ratakan, namun Sekda minta khusus daerah Natuna harap diperhatikan.

“Kami juga sudah sekolahkan putra daerah Natuna dibidang kedokteran. Nanti kalau ada tes CPNS, harap dibantu,” pinta Sekda didepan Kepala BKN.

Laporan : Erwin Prasetio