'

Sebuah ‘Tiket Impian’ Untuk Yeni dari Wakil Gubernur Kepri

Haru bercampur bahagia tampak jelas di wajah Yeni Oktavia yang ditemani ibu kandungnya Yuli Rannua (43) pagi itu, Jumat (20/7). Berulangkali Yeni dan ibunya  mengucapkan terimakasih kepada Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto yang berdiri tepat dihadapannya dengan mata yang berkaca-kaca, juga kepada belasan wartawan yang mengelilinginya.
Hari itu Yeni mendapatkan ‘tiket impian’-nya dari Wakil Gubernur Kepri untuk kuliah di Pergurun Tinggi Negeri Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang hampir saja pupus karena ibunya tidak mampu membayar sebesar Rp2, 4 juta.
“Terimakasih Bapak Wakil Gubernur, terimakasih kepada bapak-bapak wartawan. Saya bersyukur akhirnya mimpi anak saya untuk kuliah di UMRAH bisa terwujud,” kata Yuli, ibu kandung Yeni pagi itu.
Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto pun tersenyum senang melihat dua wanita yang menjadi tamunya hari itu terlihat bahagia.  Isdianto berharap agar Yeni kulaih dengan sungguh-sungguh di UMRAH dan bisa sukses dalam meraih impiannya di kemudian hari.
Apa yang dia berikan, kata Isdianto, hanya merupakan tiket awal. Selanjutnya Yeni lah yang menentukan nasibnya sendiri.
“Belajarlah yang sungguh-sungguh. Raih mimpi itu dengan sungguh-sungguh. Karena masa depan kamu bukan orang lain yang menentukan, tapi kamu sendiri,” kata Isdianto sambil menepuk pelan pundak Yeni.
Adik dari mendiang H. Muhammad Sani ini juga berterimakasih kepada para media yang sudah menjalankan perannya dengan baik. Karena jika tidak ada media yang mengekspose, kasus Yeni ini tidak pernah akan sampai kepadanya.
“Mari kita membangun Kepri ini secara bersma-sama sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Syukur Alhamdulillah teman-teman media sudah melakukannya dengan baik,” kata Isdianto.
Diketahui bahwa Yuli, ibu kandung Yeni merupakan janda dengan 4 orang anak. Suaminya meninggal dunia sejak 9 tahun silam. Mereka tinggal di rumah peninggalan suaminya.
Sedangkan untuk menghidupi anak-anaknya, Yuli yang beralamat di perumahan Graha Indonusa Permai Blok B nomor 9, Kecamatan Tanjungpinang ini kesehariannya menjadi buruh cuci dan ngojek di kompleks perumahannya dengan hasil yang hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Setelah tamat SMA, Yeni anak kedua Yuli itu pun kemudian punya mimpi untuk mengubah nasib keluarganya. Caranya dengan menempuh jalur pendidikan yang lebih tinggi. Singkat cerita Yeni lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPT) di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) melalui Bantuan Pendidikan Miskin Berprestasi (Bidikmisi) tahun 2018.
Ditemani ibunya, Yeni langsung melakukan registrasi ulang ke Kampus UMRAH. Sayangnya, ternyata Tim Penerimaan Bidikmisi SNMPT UMRAH meminta Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2,4 Juta. Sementara orang tua Yeni tidak memiliki uang sebanyak itu. Dan jika uang itu tidak dipenuhi maka pupuslah impian Yeni untuk kuliah dalam upaya mengubah nasib keluarganya.
Bagaimanapun juga Tuhan mengetahui niat tulus Yeni, sehingga doa dan usahanya untuk mengubah nasib keluarganya Dia dengar.
Berita ini kemudian sampai di telinga Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto. Dan uang daftar ulang sebesar Rp2,4 juta yang menjadi ‘tiket awal’ untuk Yeni menjemput impiannya itu di tanggung oleh Wakil Gubernur sepenuhnya. (Bsr)

Sumber: Humas Kepri

Baca juga :

Top