Sawah Terbengkalai, Bupati Lingga Minta Alih Fungsi Tanam Sagu

DPRD Lingga
Lingga Kab

Lingga, LintasKepri.com – Program sawah terbengkalai di dua desa yaitu desa Panggak Laut dan desa Nerekeh Bupati Lingga Muhammad Nizar minta ragar dinas bisa mengalihkan fungsi untuk pemanfaatan tanaman sagu.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Lingga Muhammad Nizar dalam rapat koordinasi pemantapan di sektor-sektor unggulan yang menjadi prioritas untuk tahun 2022 bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, serta Dinas Pariwisata di ruangan VIP Kantor Bupati Lingga, Selasa (7/9).

“Saya tetap pada pondasi awal, yakni sawah, sagu maupun kelapa. Khusus Panggak Laut dan Nerekeh itu coba dikoordinasikan bisa tidak dialihkan fungsiikan. Karena program awal itu untuk padi ini terbengkalai, jadi kita coba untuk pemanfaatan sagu,” tutur Nizar kepada Dinas terkait.

Berkenaan dengan Sagu ini, Nizar berharap daerah dapat menghasilkan produk turunan yang punya nilai ekonomis. Seperti contohnya inovasi Sabun Sagu di Desa Duara, pada pemerintahan Bupati Alias Wello dan dirinya sebagai wakil bupati.

“Bagaimana caranya ini harus dilakukan, saye minta dipantau dari tenaga ahli yang hadir, bagaimana kita bisa menciptakan produk-produk dari bahan sagu yang ada disini,” pinta Nizar.

Pada kesempatan itu juga Nizar menyampaikan, catatan-catatan yang perlu menjadi program prioritas oleh dinas teknis agar segera memikirkan terobosan-terobosan baru yang harus diprioritaskan tahun depan.

“Pada Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan, dia ingin agar program-program yang digalakkan oleh bupati terdahulu terus dijalankan,” pesannya.

Terakhir, dia berharap program-program unggulan apa yang telah dibahas ini dapat menjadi perhatian dinas-dinas terkait, mana yang harus berkesinambungan atau memang ada ide baru yang harus dikemas semaksimal mungkin.

“Semoga dari Dinas-dinas teknis disini dapat berupaya maksimal, dengan terobosan-terobosan bagus, dan rencana-rencana baik kita pada kesempatan ini dapat terwujud, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan masyarakat dan daerah,” harap dia.

(red)