Saat New Normal Tanjungpinang ‘Kebobolan’ Kasus Corona, Bobby: Ini Membuat Kita Waspada

Pemko Tpi

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, Bobby Jayanto, Jumat (10/7), mengaku terkejut saat mendengar adanya penambahan kasus nomor 28 pasien positif virus corona (COVID-19).

Menurut Bobby, disaat Tanjungpinang sudah menerapkan normal baru (new normal), seharusnya bisa diatasi agar Tanjungpinang tidak ‘kebobolan’ kasus baru lagi karena sebelumnya tidak ada penambahan kasus selama 45 hari.

“Dengan adanya 1 orang positif COVID-19, membuat kejutan untuk kita. Ini membuat kita lebih waspada bahwa virus corona masih berada di sekitar kita,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang itu menyarankan agar Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat dapat meningkatkan pengawasan di pintu masuk.

“Untuk Tim Gugus Tugas agar meningkatkan pengawasan yang lebih ketat di pintu keluar masuk. Khususnya untuk orang yang dari daerah zona merah seperti Jakarta dan sekitarnya,” kata Politisi Partai Nasdem ini.

Bobby menilai, masyarakat Tanjungpinang sudah mempunyai kesadaran yang tinggi. Sehingga, sampai sekarang belum ada penyebaran COVID-19 untuk kluster lokal terhitung dari kasus terakhir.

Malahan, pasien kasus nomor 28 ini adalah kluster dari luar Tanjungpinang yakni Garuda Indonesia.

“Hal ini berkat kesadaran masyarakat yang tnggi serta peran organisasi dan LSM yang bahu-membahu melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai tempat umum seperti rumah ibadah dan tempat terbuka seperti toko,” kata anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang ini.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Tanjungpinang Rahma, mengatakan bahwa setelah 45 hari tidak ada penambahan kasus baru, pada Jumat (10/7) ada penambahan satu kasus baru.

Pasien tersebut berinisial Su (52) warga Tanjungpinang. Berdasarkan penelusuran, pasien tersebut baru pulang dari Kongo dan sampai di Tanjungpinang pada Rabu, 8 Juli 2020 menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Setelah sampai di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Su bergegas menuju RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) untuk segera melaksakan rapid test. Namun hasilnya reaktif.

“Kemudian Su kita lakukan test PCR dan hasilnya positif COVID-19. Maka dari itu kita tetapkan Su sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG),” kata Rahma dalam pers rilisnya.

(san)