Refocussing, Anggaran Darurat Covid-19 Meningkat Lagi

Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto melakukan video conference (Vicon) terkait pembahasan Anggaran atau refocussing anggaran darurat Covid-19 bersama TAPD dan Tim Banggar DPRD Kepri di Rupatama Lt.4 Kantor Gubernur Dompak, Senin (13/4).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak. Diikuti juga oleh unsur pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Kepri lainnya. Sedangkan mendampingi Plt. Gubernur dalam kesempatan ini adalah Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS arif Fadillah, Asisten I Syamsul Bahrum, OOD terkait dan TAPD.

Dalam kesempatan ini, Isdianto, yang juga selaku ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan bahwa jumlah refocussing anggaran yang disiapkan oleh Pemprov Kepri untuk menanggulangi darurat Covid-19 di Kepri adalah sebesar Rp230 miliar.

Anggaran ini disediakan berdasarkan Perpu nomor 1 tahun 2019, yakni tentang kebijakan uang negara dan stabilitas keuangan. Semua itu dalam rangka penanganan ancaman yang membahayakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Selain itu juga sesuai dengan Instruksi Mendagri tahun 2020 tentang penanganan dan pencegahan Covid-19 di Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan ini, Isdianto juga menyampaikan data terakhir kasus Covid-19 di Kepri. Yakni terdapat 27 positif Covid-19 dengan rincian 12 di Batam, 14 di Tanjungpinang dan satu di Karimun.

Dari jumlah positif tersebut terdata bahwa 21 orang diantaranya memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yabg terdampak covid seperti Singapura dan Malaysia dan daerah-daerah di dalam negeri yang juga terdampak seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Jogja.

“Dari data ini tercatat meninggal 5 kasus 3 Batam dan 2 kasus di Tanjungpinang. Sedangkan yang sembuh ada 2, yakni 1 di Tanjungpinang dan 1 di Karimun,” kata Isdianto.

Selain itu, lanjut Isdianto, dalam kasus Covid-19 ini, yang perlu diwaspadai adalah kasus orang yanpa gejala (OTG). Uakni orang sehat tapi terpapar Covid-19. Karena sampai sekarang sudah tercatat OTG di Kepri mencapai 676 kasus.

Adapun terkait refocussing anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp230 miliar. Dijelaskan oleh Isdianto bahwa dana itu akan digunakan untuk penanganan kesehatan hingga ke Kabupaten/Kota. Termasuk didalamnya untuk belanja barang atau belanja kegiatan.

Selain itu juga akan digunakan untuk penanganan dampak ekonomi masyarakat, dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat miskin. Hingga wacana pembebasan uang sekolah bagi siswa dan skswi yang orangtuanya kurang mampu. Selain itu pemerintah juga akan menyediakan social sefty net atau jaring pengaman sosial.

Dalam kesempatan ini Pemerintah Provinsi Kepri juga mendapatkan masukan dari Tim Banggar DPRD Kepri. Yang pada intinya menyarankan agar penyaluran anggaran Covid-19 ini bisa lebih efesien dan efektif. Disamping itu agar pembagian tugas antara pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota jelas tupoksi kerjanya masing-masing sehingga tidak terjadi over laping.

Pihak DPRD juga meminta keterangan terkait penyaluran atau kegunaan anggaran sebesar Rp40 miliar sebelumnya dari Tim Gugus Tugas Covid-19. Hal ini penting sebelum kemudian berlanjut kepada refocussing anggaran yang sebesar Rp230 miliar.