Pemko Tpi

Ratusan Masyarakat di Tanjungpinang Deklarasi Tolak Kerusuhan Jelang Keputusan MK

Ratusan Masyarakat di Tanjungpinang Deklarasi Tolak Kerusuhan Jelang Keputusan MK.
Ratusan Masyarakat di Tanjungpinang Deklarasi Tolak Kerusuhan Jelang Keputusan MK.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Ratusan masyarakat di Tanjungpinang menggelar deklarasi Damailah Indonesiaku Tolak Kerusuhan menjelang hasil keputusan sengketa Pemilu Serentak 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Deklarasi itu dilakukan di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (14/6). Deklarasi tersebut diinisiasi oleh Koordinator Wilayah (Korwil) pengurus dan kerabat Melayu Raya Tanjungpinang bersama berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Perhimpunan Masyarakat, Organisasi Kepemudaan (OKP), Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kota Tanjungpinang, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di kota ini.

Deklarasi menolak kerusuhan dan Damailah Indonesiaku itu dikemas dalam penandatanganan seluruh Ormas, OKP, Perhimpunan dan Perkumpulan organisasi adat, agama, kepemudaan dan profesi disebuah baleho bertuliskan Tanjungpinang Kepulauan Riau, #kamimenolakkerusuhan, Damailah Indonesiaku.

Ketua Korwil Melayu Raya Tanjungpinang Arie Sunandar, dalam kesempatan itu mengatakan, deklarasi Damailah Indonesiaku tersebut diinisiasi Melayu Raya bersama seluruh Ormas, OKP dan organisasi adat, agama di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menjelang keputusan hasil sengketa Pemilu Serentak 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia mengatakan deklarasi Damailah Indonesiaku menolak kerusuhan tersebut di seluruh daerah kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

“Deklarasi ini secara bersamaan digelar di seluruh daerah Kepulauan Riau. Kita ingin Indonesia, khususnya Tanjungpinang aman, untuk itu kita mengajak seluruh eleman masyarakat, bersatu, bergandeng tangan untuk Indonesia damai, tidak ada kerusuhan soal perbedaan pendapat, karena semua sudah diatur didalam konstitusi NKRI,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tanjungpinang Zubad Akhadi Muttaqin, mengapresiasi atas digelarnya deklarasi Damailah Indonesiaku tersebut.

Ia mengatakan, FKUB Tanjungpinang sangat mendukung deklarasi itu dan menginginkan kerukunan tetap terjaga di masyarakat Indonesia dan Tanjungpinang khususnya.

Menurutnya, masyarakat harus banyak belajar dari negara-negara di Timur Tengah dan Asia Barat yang hancur karena pertentangan politik yang dibalut dengan agama.

“Ini yang harus kita hindari. Jadi kita harus meninggalkan warisan kepada anak cucu kita tentang hidup damai ini,” ungkapnya.

Komisi Fatwa MUI Kepulauan Riau ini juga menjelaskan mengenai fatwa ulama untuk menyatukan rakyat Indonesia terdapat empat persaudaraan, yang kemudian disebut dengan ukwah islamiyah, ukwah diniyah, ukwah natoniah dan ukwah insaniah.

Ia menjelaskan, yang perlu dipahami masyarakat yakni mengenai persaudaraan sebagai sesama muslim, persaudaran sebagai umat beragama, persaudaran sebagai anak bangsa, dan yang terakhir ukwah insaniah persaudaraan sesama sebagai manusia.

“Nah ini yang harus kita junjung sehingga tercipta kedamaian. Kalau kedamaian tercipta maka kekeluargaan dari langit dan kekeluargaan dari bumi akan dimunculkan oleh Allah SWT,” katanya.

Senada disampaikan Sekretaris Perkumpulan Kekeluargaan Indonesia Timur Tanjungpinang Rajab Elly. Dia mendukung Melayu Raya menginisiasi deklarasi tolak kerusuhan dan Damailah Indonesia demi kepentingan anak bangsa, menjaga daerah yang dicintai ini.

“Kami atas nama Kekeluargaan Indonesia Timur, menolak segala bentuk kerusuhan pasca keputusan MK terkait keputusan Pemilu Serentak 2019, mari jaga Tanjungpinang agar tetap aman. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” katanya.

Begitu juga disampaikan Ketua Rumpun Batak Bersatu Tanjungpinang Sanggam Simamora melalui Ketua Puak Batak Toba Burton Lumban Tobing. Ia mengatakan juga mengapresiasi deklarasi Damailah Indonesiaku itu.

“Tetaplah NKRI menjadi Pilar. Ini menjadi kesepakatan Lima Puak yakni Puak Batak Toba, Puak Batak Angkola, Puak Batak Simalungun, Puak Batak Karo dan Puak Batak Pakpak,” ungkapnya.

Dalam deklarasi menolak kerusuhan dan damailah Indonesiaku menjelang keputusan hasil sengketa Pemilu Serentak 2019 oleh MK di Tanjungpinang tersebut diisi beragam kegiatan diantaranya pembacaan puisi berjudul “Warna” karangan Yoan S Nugraha dan lantunan musik semi orkestra dari Kroncong Suara Kepri.

Kegiatan Deklrasi tersebut turut diamankan aparat Kepolisian dari Polres Tanjungpinang.

(hms)