Rakor Optimalisasi Tim Pengawasan Orang Asing di Natuna

img-20180516-wa0011_1

Natuna, LintasKepri.com – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah (Bakesbangpolda), Mukhtar Ahmad, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Optimalisasi Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) tingkat Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Kegiatan ini digelar di Aula Serbaguna Natuna Hotel, pada Selasa (15/05/2018) pagi, sekitar pukul 09:35 Wib.

img-20180516-wa0012_1

Dalam sambutannya Kepala Bakesbangpolda Natuna, Mukhtar Ahmad mengatakan, tujuan pembentukan Tim PORA untuk mengawasi keimigrasian orang asing yang berada diwilayah Kabupaten Natuna. Dengan terbentuknya tim PORA, diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antar instansi yang mempunyai tugas sesuai fungsi dan tupoksi masing-masing.

“Latar belakang keberadaan orang asing di Natuna terkait masalah illegal fishing, namun berdasarkan undang-undang orang asing ini boleh berinteraksi dengan masyarakat. Oleh sebab itu perlu pengawasan terhadap orang asing agar tidak terjadi hal yang tidak dinginkan,” ujar Mukhtar.

img-20180516-wa0013_1

Kata Mukhtar, tidak tertutup kemungkinan kedepan keberdaan orang asing di Natuna, melalui program Pariwisata harus adanya pengawasan kita bersama, agar dapat mengedepankan kearifan dan budaya lokal.

Sementara itu Kepala Bidang Intelijen Keimigrasian Kantor Wilayah Kepri, Indra Jaya, mengatakan, Keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas keluar masuknya orang dari wilayah Negara Indonesia dalam rangka menjaga Kedaulatan NKRI.

“Fungsi Imigrasi yakni memberikan pelayanan keimigrasian, penegakan hukum, keamanan Negara dan fasilitator pembangunan terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Indra Jaya.

Kedepan kata Indra Jaya, Tim PORA akan bekerjasama dengan pihak penginapan maupun hotel, untuk memberikan informasi terkait keluar masuknya dan gerak gerik yang dilakukan oleh orang asing tersebut, saat menginap disebuah hotel di Natuna. Pasalnya pihak Bandara Logistik tidak bisa melakukan pemeriksaan terhadap keluar masuknya warga negara asing (WNA), namun hanya sebatas memfikter saja.

Kegiatan diisi dengan sesi tanya jawab, antara FKPD, OPD terkait dan pihak Imigrasi.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

Top