PUPR Tanjungpinang Bersihkan Tumpukan Tanah di Bahu Jalan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang, membersihkan tumpukan tanah yang menimbun bahu Jalan Cendrawasih di kilometer 8 atas dekat pembakaran mayat, Sabtu (19/8).
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang membersihkan tumpukan tanah liat yang menimbun bahu Jalan Cendrawasih di kilometer 8 atas dekat pembakaran mayat, Sabtu (19/8).

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang membersihkan tumpukan tanah liat yang menimbun bahu Jalan Cendrawasih di kilometer 8 atas dekat pembakaran mayat.

“Hari ini kita lakukan pembersihan menindaklanjuti informasi dari masyarakat pada Jumat (18/10) lalu terkait bahu jalan di lokasi tersebut penuh dengan tanah,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang Hendri, Sabtu (19/10).

Pembersihan menggunakan dua alat berat mengingat tumpukan tanah liat menutupi jalan cukup tebal. Tumpukan tanah di lokasi itu terjadi karena hujan deras beberapa hari belakangan.

“Jumat semalam hujan yang cukup deras mengakibatkan tanah di lahan kosong area tersebut longsor dan tergerus sehingga menutupi bahu dan badan jalan,” kata Hendri.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang membersihkan tumpukan tanah liat yang menimbun bahu Jalan Cendrawasih di kilometer 8 atas dekat pembakaran mayat, Sabtu (19/8).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang Hendri juga turun langsung membersihkan tumpukan tanah liat yang menimbun bahu Jalan Cendrawasih di kilometer 8 atas dekat pembakaran mayat, Sabtu (19/8).

Hilir mudik kendaraan di lokasi itu juga terhalang akibat adanya tumpukan tanah liat. Ada juga beberapa pengendara yang terjatuh karena jalan licin.

“Beberapa pengendara juga terjatuh akibat tanah itu karena kondisi jalan yang licin,” katanya.

Hendri menambahkan, agar tidak terjadi longsor susulan, pihaknya membuat penyanggah. Pihak developer dan pengembang perumahan diingatkan agar memperhatikan lokasi dengan membuat saluran air (drainase) agar tidak terjadi longsor.

“Kita juga akan mengusulkan pembuatan drainase di lokasi itu,” tegasnya.

(cho)