'
'

Proyek Air 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang Tak Berfungsi, LSM ALIM: Hamburkan Uang Rakyat

Proyek 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang Tak Berfungsi.

Inilah Lokasi Proyek 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang yang Tak Berfungsi.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – LSM Air, Lingkungan dan Manusia (ALIM) Kepri angkat bicara terkait proyek kegiatan pembangunan jaringan air bersih/air minum dengan pekerjaan pembangunan air baku dan cakupan pelayanan di Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur yang saat ini tak berfungsi.

Proyek itu menggunakan Dana Alokasi Khusus 2018 (DAK 2018) dengan nilai kontrak Rp1.473.565.832.89 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang.

Proyek ini diketahui tak berfungsi dengan baik setelah pekerjaan selesai.

Ketua LSM ALIM Kepri Kherjuli, menilai proyek itu sia-sia dan menghamburkan uang rakyat karena pemanfaatannya tidak dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Telah dibangun namun tak berfungsi itu sama saja proyek ini sia-sia menghamburkan uang rakyat,” katanya, Senin (10/6).

Ketua LSM ALIM Kepri Kherjuli.

Ketua LSM ALIM Kepri Kherjuli.

Kherjuli menegaskan, kalau hanya sekadar dibangun saja tanpa memperhitungkan kemanfaatan fungsi, itu namanya bukan pengelolaan SPAM tapi monumen SPAM.

Menurutnya pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) merupakan kegiatan yang terkait dengan kemanfaatan fungsi sarana SPAM untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak.

“Untuk apa dibangun tapi tak berfungsi. Itu namanya monumen SPAM. Hanya untuk dipandang-pandang saja,” tegasnya lagi.

SPAM itu, sambung Kherjuli, ada regulasi yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 Tentang Sistem Penyediaan Air Minum.

“Mulai dari unit air baku, produksi, dan distribusi. Itu merupakan satu kesatuan dalam sarana prasarana pendukung SPAM untuk mengalirkan air minum atau air bersih ke masyarakat. Bila ini tidak berfungsi tentunya ada permasalahan yang terjadi dalam proyek itu,” paparnya.

Kherjuli menilai, permasalahan yang terjadi itu bisa dikarenakan tidak adanya kajian dan perencanaan yang baik melalui studi kelayakan dan telaah terhadap rencana detail teknis terlebih dahulu di lokasi dimana akan dikerjakan proyek air minum/air bersih.

Plang proyek.

Plang proyek.

Selain itu, lanjutnya, jika proses studi kelayakan dan rencana detail sudah dilakukan namun dalam pelaksanaannya kontraktor bisa saja mengabaikan aspek-aspek itu.

“Proyek ini harus diselesaikan sampai berfungsi dimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari proyek itu. Dan bila hanya untuk dipandang-pandang saja proyek itu, lebih bagus diperkarakan saja,” tegasnya.

Kherjuli menambahkan, penyediaan Air Minum adalah kegiatan menyediakan Air Minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar mendapatkan kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif (PERMEN PUPR Nomor 27 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan SPAM).

Pengelolaan SPAM adalah kegiatan yang dilakukan terkait dengan kemanfaatan fungsi sarana dan prasarana SPAM yang terbangun meliputi operasi dan pemeliharaan, perbaikan, peningkatan sumber daya manusia, serta kelembagaan (PP Nomor 122 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan SPAM).

Perencanaan sebagaimana dimaksud dalam PERMEN PUPR Nomor 27 Tahun 2016 Pasal 17 ayat (1) huruf a, yang dilakukan untuk pembangunan baru, peningkatan, dan perluasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) meliputi penyusunan Studi Kelayakan dan penyusunan Rencana Teknis Terinci.

(cho)

Baca juga :

Top