'

Proyek 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang Tak Berfungsi

Proyek 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang Tak Berfungsi.

Inilah Lokasi Proyek 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang yang Tak Berfungsi.

Tanjungpinang, LintasKepri. com – Proyek kegiatan pembangunan jaringan air bersih/air minum dengan pekerjaan pembangunan air baku dan cakupan pelayanan di Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus 2018 (DAK 2018) dengan nilai kontrak Rp1.473.565.832.89 tak berfungsi dengan baik setelah pekerjaan selesai.

Selain tak berfungsi dengan baik, proyek miliaran rupiah yang didalamnya ada pembuatan sumur bor ini juga tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. Hal itu disebabkan karena sumur bor yang dibuat tidak ada sumber air.

“Sumur bor yang dikerjakan itu dalamnya puluhan meter dan mirisnya tak ada air,” kata warga setempat Pendi di lokasi kepada LintasKepri, Minggu (9/6).

Pendi menjelaskan, warga sempat menyarankan ke petugas survei agar pembuatan sumur bor dibawah lokasi yang dibangun saat ini. Tujuannya mendapatkan sumber mata air. Hanya saja kata dia kurang ditanggapi.

Sepengetahuan dirinya, pengerjaan proyek itu dilakukan pada Juni 2018. Sesuai dengan plang pengerjaan, proyek harus selesai bulan Desember 2018 atau 180 hari kalender.

Proyek 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang Tak Berfungsi.

Inilah Lokasi Proyek 1,4 Miliar Lebih di Kampung Bulang yang Tak Berfungsi.

“Pengerjaan selesai pada Februari 2019 kemarin. Bisa dibilang lewat masa pelaksanaan. Infonya juga kontraktor yang mengerjakan proyek ini merugi karena pengerjaan lewat dari masa kontrak kerja,” katanya.

Pendi mengungkapkan, pipa penyaluran air sudah dipasang di tiap-tiap rumah yang berada di area itu.

“Air tak jalan. Hingga kini masyarakat tidak mendapatkan pasokan air dari proyek itu. Lagi pula tak ada sumber mata air dari sumur bor. Sama aja ini proyek mubazir tak ada manfaatnya untuk masyarakat dengan nominal miliaran rupiah,” tegasnya.

Plang proyek.

Plang Proyek.

Sebelumnya, kata Pendi, permasalahan tersebut sudah diinformasikan ke Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pantauan LintasKepri di lokasi, sumur bor yang dibuat sudah tertimbun dedaunan kering. Di plang proyek tertulis kontraktor pelaksana CV. Berkah Abadi Teknik. Sedangkan konsultan pengawas yakni CV. Exsa Enggenering Konsultan.

Hingga berita ini dilansir pihak-pihak terkait belum dapat dikonfirmasi.

(cho)

Baca juga :

Top