'

Peserta Pemilu Dilarang Kampanye Masa Tenang

Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Muhamad Zaini.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhamad Zaini.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang mengimbau, seluruh peserta pemilu baik partai politik, tim kampanye pasangan presiden dan wakil presiden maupun para caleg untuk tidak melakukan kampanye di masa tenang 14-16 April dan jelang pemungutan suara 17 April 2019.

“Peserta pemilu dilarang melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun serta tidak melakukan praktek money politik yang dapat merusak sistem demokrasi,” kata Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini, di Tanjungpinang, Minggu.

Zaini menambahkan, berkampanye secara langsung ke warga, membagikan bahan kampanye, berkampanye melalui media cetak, TV, Radio, online, termasuk kampanye melalui media sosial juga dilarang.

“Bahkan akun media sosial sudah harus di nonaktifkan atau dihapus,” tegasnya.

Zaini menegaskan, jika ada yang terbukti melakukan money politik (politik uang) ada sanksi pidana 4 tahun penjara dan Rp48 Juta denda uang yang siap menanti bahkan diskualifikasi sebagai calon.

Larangan tersebut diatur dalam UU No.7 Tahun 2017 tentang pemilu, dan PKPU No.23 Tahun 2018 tentang Kampanye.

“Jika ada peserta pemilu yang melakukannya, maka Bawaslu akan melakukan proses penindakan dugaan pelanggaran. Diharapkan warga dapat melaporkannya jika ada indikasi kampanye dan money politik di tengah masyarakat,” tutur Zaini.

Sebagai upaya mengantisipasi, Bawaslu sudah mengirimkan surat administrasi terhadap aturan dan larangan tersebut.

Dalam penguatan pengawasan, Bawaslu menggerakkan semua Panwaslu Kecamatan, Kelurahan, serta 567 Pengawas TPS, serta Pamantau Pemilu, Relawan, dan masyarakat.

Bagi masyarakat yang menemui adanya kegiatan kampanye dan dugaan money politik, segera laporkan ke jajaran pengawas untuk ditindaklanjuti, dalam penanganan dugaan pelanggaran.

Oleh karena itu, dihari tenang dan malam jelang pemungutan suara, Bawaslu Kota Tanjungpinang dan jajaran pengawas akan melakukan patroli pengawasan.

“Untuk memantau langsung kondisi dan situasi di lapangan. Untuk memastikan tidak ada pelanggaran, serta mencari berbagai informasi,” katanya.

(***)

Baca juga :

Top