disdik kota

Peringatan HAN 2015 Kepri Diprotes BEM Fisif Umrah

Pemko Tpi
Imaduddin Abdurrachim
Imaduddin Abdurrachim, Ketua BEM Fisif Umrah

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Terkait peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2015 yang diperingati Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) oleh Gubernur, H.M. Sani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Batu, Senin (3/8), menuai pertanyaan sejumlah kalangan. Salah satunya, Imaduddin Abdurrachim, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Provinsi Kepri.

“Sangat disayangkan dihari peringatan anak ini yang diperingati oleh Pemerintah Provinsi Kepri di RSUD Tanjung Batu yang pembangunan nya baru selesai dibangun itu, Sani berpidato sembari disisipi kampanye terselubung. Karena seperti kita ketahui baik H.M. Sani dan Nurdin Basirun merupakan salah satu pasangan calon Gubernur (Cagub) dan calon Wakil Gubernur (Cawagub) Kepri,” demikian dikatakan Imaduddin Abdurrachim, Senin (3/8).

Imaduddin menyesalkan yang terjadi pada peringatan hari anak tersebut. Peringatan hari anak seharusnya di isi dengan acara anak, bukan malah di isi dengan penampilan deklarasi Sani anti kekerasan anak dan berbagai kegiatan edukasi lainnya sembari disisipi dengan politik praktis.

“Seperti kita ketahui keduanya merupakan pasangan Cagub dan Cawagub pada Pilkada Kepri nanti. Tidak seharusnya mereka berkampanye di kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov Kepri. Terlebih lagi dengan melibatkan anak-anak,” ungkapnya.

Dia mengatakan, larangan anak-anak ikut dalam kegiatan politik jika merujuk kepada Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2015 pasal 15 berbunyi setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan kegiatan politik.

“Disinikan sudah jelas, apakah para calon tidak mengetahui aturan tersebut?,” herannya.

Ia menjelaskan, kita semua tidak ingin pengalaman politik yang didapat anak diusia dini berpengaruh buruk dikemudian hari. Karena, secara psikologis anak-anak diusia dini belum memahami makna apa itu politik. Sebagai contoh, ketika anak-anak terlibat dalam suatu kampanye, kemudian kampanye tersebut diwarnai hujatan dan kata kata kasar, tentunya mereka akan mendapat sistem pendidikan politik yang kurang berbekas diingatan mereka.

”Mudah-mudahan anak-anak nantinya tidak menirukannya.” Terang Imaduddin.

Ia berharap dengan adanya kerjasama antar seluruh komponen, baik keluarga, masyarakat serta Parpol, Tim sukses dan pasangan calon yang akan mengikuti kegiatan politik serta Panwaslu Kepri diminta untuk melakukan pengawasan. Dari pengawasan itu ditindaklanjuti dari berbagai jenis kegiatan politik yang melibatkan anak-anak didalamnya.

“Pendidikan politik memang perlu. Namun tidak dilakukan secara terselubung dan memanfaatkan suatu moment. Contohnya seperti pada Hari Anak tersebut, padahal belum memasuki tahap kampanye,” tutupnya. (Red)