Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Sebanyak 254 anak telah terdaftar sebagai calon peserta khitanan massal.
Sebelum tindakan dilakukan, para peserta akan disaring oleh tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka layak menjalani prosedur khitan.
“Pemeriksaan awal penting untuk mencegah risiko medis dan memastikan pelaksanaan berjalan aman dan nyaman bagi peserta,” jelas Rustam.
Untuk memudahkan akses dan kenyamanan peserta, pelaksanaan khitanan massal akan dipusatkan di empat titik layanan kesehatan, yakni Puskesmas Batu 10, Puskesmas Sei Jang, Puskesmas Tanjungpinang, Puskesmas Kampung Bugis.
Pemilihan lokasi berdasarkan pertimbangan aksesibilitas wilayah dan kesiapan fasilitas kesehatan yang memadai.
Dinkesdalduk KB telah membentuk panitia pelaksana serta menggandeng sejumlah organisasi profesi kesehatan, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)
serta Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Tak hanya dari sektor kesehatan, dukungan juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungpinang, yang turut serta memberikan bantuan logistik dan dukungan sosial lainnya.
Rustam menegaskan bahwa program ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan manifestasi kepedulian pemerintah terhadap pemenuhan layanan dasar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap khitanan massal ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak setiap tahun. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” tutupnya.(*)






