Pemkab Lingga Rapat Koordinasi Bersama Tim Percepatan Penanganan COVID-19

DPRD Lingga
Lingga Kab
Pemkab Lingga Rapat Koordinasi Bersama Tim Percepatan Penanganan COVID-19, Selasa (12/5).

Lingga, LintasKepri.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga menggelar rapat koordinasi bersama Tim Percepatan Penanganan Corona Virus Desease (COVID-19) di Dabo Singkep, Selasa (12/5).

Rapat yang dihadiri Forkopimda se-Kabupaten Lingga ini membahas mengenai keberlanjutan kebijakan blocking area serta membahas mengenai masukan-masukan terkait upaya penanganan COVID-19.

Bupati Lingga Alias Wello, mengatakan, kebijakan blocking area sengaja diterapkan untuk mengantisipasi masuknya COVID-19 ke Kabupaten Lingga. Kebijakan ini berdasarkan hasil rapat bersama.

“Kebijakan blocking area sejauh ini dinilai sebagai langkah yang paling pas dan paling tepat. Langkah ini juga telah menampakan hasil yang cukup signifikan, bisa mengantisipasi penyebaran virus corona,” ucapnya.

Wello menjelaskan, sampai saat ini Lingga hanya terdapat 11 ODP. Sepuluh diantaranya sudah selesai pemantauan, dan satu masih dalam proses pemantauan.

“Terpenting belum ada yang mengarah ke COVID-19,” ucapnya.

Ia menyayangkan bahwa masih ada orang-orang yang nekat pulang melalui pelabuhan resmi maupun tidak. Bahkan, kata Wello, sempat memancing ketegangan dan keresahan bagi penduduk setempat.

“Yang menjadi kerisauan adalah masyarakat yang pulang ke Lingga dengan menggunakan kapal carteran ditambah lagi saat ini hampir memasuki musim selatan, dikhawatirkan dapat menimbulkan musibah. Ini yang menjadi persoalan,” paparnya.

Meskipun masih ada tuntutan penjemputan mahasiswa di Tanjungpinang dan Batam, Wello tetap tegas dengan pendiriannya untuk tidak akan melakukan penjemputan yang kedua kalinya.

Menanggapi pernyataan Bupati Lingga, Ketua DPRD setempat Ahmad Nashirudin, menyatakan dukungan terhadap kebijakan penerapan blocking area meskipun diakuinya saat ini mulai ada riak-riak menuntut dibukanya blocking area terkait momentum mudik yang biasanya dilakukan mendekati lebaran.

Namun ia berharap Pemda bisa tetap konsisten dan berpegang pada kebijakan blocking area ini yang nyatanya berdampak positif bagi Kabupaten Lingga, terutama dalam upaya pencegahan masuknya corona ke Lingga.

“Intinya kita harus tetap konsisten, berpijak pada itu,” kata Ahmad Nasirudin.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Lingga, dr. Indra Jaya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat, juga menyatakan dukungannya terhadap penerapan blocking area tersebut.

Menurutnya terlalu gegabah jika blocking area ini nantinya dibuka. Baginya kebijakan blocking area merupakan terobosan yang besar dari Pemda dan terbukti efektif.

“Sehingga di Kabupaten Lingga tidak pernah mengalami kenaikan ODP,” ungkapnya.

(rls)