'

Pekerjaan Pemeliharaan Jembatan Blongkeng ‘Amburadul’

Pekerjaan Pemeliharaan Jembatan Blongkeng 'Amburadul'.

Pekerjaan Pemeliharaan Jembatan Blongkeng ‘Amburadul’.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Pekerjaan pemeliharaan jembatan Blongkeng yang berada di Dompak, Kepulauan Riau, terlihat amburadul.

Pantau media dilapangan, konstruksi batu miring dan tangga yang berada di sekitar jembatan retak dan rusak.

Parahnya lagi pekerjaan ini belum selesai dikerjakan namun sudah terlihat diberbagai bagian telah terjadi kerusakan yang cukup parah dan membahayakan.

Pemborong atau Sub Kontraktor pekerjaan, Tambunan, mengetahui hal tersebut dari media sosial (medsos) Facebook. Dia mengatakan hari ini langsung ditangani.

Tambunan berdalih kerusakan dikarenakan penurunan tanah yang berada di sekitar jembatan.

“Karena penurunan dan kemiringan tanahlah yang menyebabkan kerusakan itu. Jadi tidak bisa dibilang asal-asalan pengerjaan kita ini,” katanya berdalih dijumpai LintasKepri di lokasi, Senin (15/7).

Tambunan menjelaskan, alternatif yang diambil atas kerusakan itu akan memasang penahan longsor.

“Kita pasang cerocok penahan longsor,” ungkapnya.

Untuk batu miring yang sudah dibuat, sambung Tambunan, harus dibongkar kembali.

“Karena mau pasang cerocok itu,” terangnya.

Plang proyek.

Plang proyek.

Masa waktu pekerjaan ini, kata Tambunan, hingga akhir tahun. Kata dia perawatan dan pekerjaan baru dua bulan dikerjakan.

Tambunan tidak mengetahui berapa anggaran yang digunakan dalam proyek ini ketika ditanya. Di plang proyek juga tidak tertera berapa total anggaran.

“Kita tidak tahu berapa besar anggaran proyek ini, karena kita hanya mengerjakannya saja, dan bukan jembatan ini saja yang dilakukan pemeliharaan. Ada 4 titik jembatan lainnya,” kata dia.

Diketahui pekerjaan pemeliharaan berkala jembatan Blongkeng menggunakan APBN tahun 2019 dan Kontraktor Pelaksana adalah PT. Media Karyacitra Persada.

Terpisah, salah satu staf Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan dan Jembatan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, seharusnya di papan plang proyek tertera angka anggaran yang digunakan.

“Di papan proyek itu harus ditulis berapa anggarannya, setahu saya mas. Lebih detailnya mas ke kantornya aja di Batam,” ungkapnya kepada LintasKepri.

(cho)

Baca juga :

Top