Pedagang Ikan Tewas Gantung Diri

Posisi ahang saat gantung diri, di rumah kosong Jl pelantar 3 Nomor 51, RT 03 RW XIII kelurahan Tanjungpinang kota,(21/10).
Posisi ahang saat gantung diri, di rumah kosong Jl pelantar 3 Nomor 51, RT 03 RW XIII kelurahan Tanjungpinang kota,(21/10).

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Seorang lelaki bernama Ahang (33) yang seharianya bekerja sebagai pedagang ikan di Pasar Baru Tanjungpinang, nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan seutas tali nilon, di rumah kosong Jl pelantar 3 Nomor 51, RT 03 RW XIII kelurahan Tanjungpinang kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Rabu (21/10).

Seorang petugas dari Polsek Tanjungpinang Kota, dijumpai Lintas Kepri.com, terkait dengan kematian lelaki tersebut,belum bisa menjelaskan secara rinci.

“Maaf kami belum bisa meberikan keterangan secara rinci,karena itu bukan kapasitas saya, yang jelas namanya Ahang kerjanya sebagai penjual Ikan di Pasar Baru, jika lebih ingin tau jelas, silahkan saja konfirmasikan ke Kapolsek,” kata petugas yang tidak mau namanya ditulis.

Sementara istri korban, Prensi (30) dikonfirmasi wartawan di Tempat kejadian Perkara (TKP) terkait dengan kematian suaminya mengatakan, suaminya dikejar-kejar hutang , “Siang tadi ada orang menelpon suami saya, mungkin orang koperasi,” katanya.

Prensi menabahkan, setelah menerima telpon, selang beberapa lama suaminya pergi kedepan, “Sekali saya lihat suami saya sudah terganyung dan tidak bernyawa lagi,” terang Prensi.

Korban meninggalkan satu istri dan 2 orang anak. Hingga berita ini diunggah, media ini belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian.(Aliasar)