Banner dprd kota

Paripurna Penyampaian Ranperda Tentang RPJMD Tanjungpinang Tahun 2018-2023

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul saat penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023.
Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul saat penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023.

Tanjungpinang, Lintaskepri.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rancana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023, Selasa (12/2) di Aula Kantor DPRD Tanjungpinang, Senggarang.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno didampingi Wakil Ketua I, II, Ade Angga, Ahmad Dhani dan dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul dan Rahma.

Syahrul dalam penyampaiannya mengatakan, tujuan penyusunan RPJMD Kota Tanjungpinang tahun 2018-2023 adalah untuk memberikan gambaran kondisi daerah, permasalahan dan isu strategis, tujuan dan sasaran strategi dan arah kebijakan serta program pembangunan untuk mencapai visi dan melaksanakan misi kepala daerah.

Kemudian, lanjut Syahrul, merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan tahunan daerah sebagai acuan resmi dalam penyusunan RKPD yang merupakan dokumen perencanaan daerah dan perangkat daerah yang merupakan dokumen perancangan 5 tahun perangkat daerah.

Dalam RPJMD tersebut, kata Dia, ada sebanyak 11 isu strategis pembangunan daerah Kota Tanjungpinang lima tahun kedepan.

Yang pertama, belum optimalnya kualitas sumber daya manusia serta pemerataan akses dan mutu pendidikan dan kesehatan dan daya saing pemuda dan olahraga. Kedua, Sektor pariwisata khususnya wisata budaya atau religi bahari dan kuliner memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi motor penggerak perekonomian kota namun sampai saat ini belum dikelola secara optimal.

Ketiga, akses masyarakat terhadap penyediaan infrastruktur dasar seperti akses terhadap air bersih, sanitasi yang layak, masih perlu terus ditingkatkan dari kuantitas maupun penyebarannya.

Keempat, masih adanya kawasan kumuh perkotaan yang memerlukan penataan dalam hal bangunan hunian, aksebilitas jalan, drainase lingkungan, air bersih, sanitasi, persampahan, proteksi kebakaran dan ruang terbuka hijau.

Selanjutnya, kualitas aparatur sipil negara reformasi birokrasi dan kondusifitas wilayah perlu ditingkatkan. Kemudian, masih ada titik-titik genangan air di beberapa wilayah selama musim hujan.

“Kota Tanjungpinang masih belum berkembang reputasinya sejarah prinsip pengembangan budaya dalam hal ini adalah kebudayaan melayu. Kedelapan, angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang semakin membaik selama 5 tahun terakhir namun masih memerlukan upaya untuk menurunkan secara terus-menerus dan komprehensif,” ucap Syahrul dalam pidatonya.

Kemudian, pencapaian Tanjungpinang sebagai pusat produksi dan distribusi berbagai barang dan jasa sebagai kota perdagangan masih memerlukan langkah dan kebijakan yang lebih efektif.

Ia menmbahkan, kurangnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau yang ramah anak perempuan lansia dan penyandang disabilitas serta pengelolaan lingkungan hidup kurang optimal termasuk dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, Ganet.

“Dalam penjabaran visi dan misi, kita telah menyusun 98 program pendukung. Termasuk di dalamnya 11 program unggulan yang disampaikan saat masa kampanye sebelumnya,” jelasnya.

Seperti menargetkan pembangunan 10 kantor lurah sampai 5 tahun kedepan, pembangunan kantor camat di targetkan 2 kantor sampai 5 tahun kedepan, pembangunan gelanggang pemuda dan olahraga, pengadaan lahan untuk alun-alun di tiap kecamatan, pembangunan bumi perkemahan atau camping ground, pembangunan taman lansia.

Juga, lanjutnya, rehabilitasi aula gedung 5 lantai, rehabilitasi gedung gonggong, penataan kawasan kuliner Bintan Center, penataan pedestrian kota lama serta bantuan seragam sekolah.