Lintaskepri.com, Tanjungpinang – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2025 resmi dibuka oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, pada Jumat (2/5/2025) di Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.
Forum ini menjadi fondasi penting dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri untuk periode 2025–2029.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan visi pembangunan Kepri lima tahun ke depan: “Kepri Maju, Makmur, dan Merata.”
Ia menekankan bahwa arah pembangunan provinsi harus selaras dengan Asta Cita Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan ekonomi maritim, peningkatan kesejahteraan rakyat, dan kemandirian daerah.
Gubernur Ansar juga memaparkan lima misi yang akan menjadi pijakan pembangunan daerah, yakni mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi berbasis potensi maritim dan keunggulan wilayah, memperkuat konektivitas dan pembangunan infrastruktur antarwilayah, meningkatkan kualitas dan pemerataan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Lalu, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, berbasis teknologi informasi, dan berorientasi pelayanan, serta melestarikan budaya Melayu dan menjaga ekologi sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Gubernur juga menyebut sejumlah program prioritas yang akan dijalankan selama periode 2025–2029, di antaranya optimalisasi sektor kelautan, perikanan, pariwisata bahari, energi terbarukan, pertanian, dan industri maritim;
Kemudian, pembangunan infrastruktur transportasi dan logistik antarwilayah, penguatan daya saing ekonomi melalui kawasan industri dan ekonomi khusus dan pemerataan pembangunan SDM dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
RPJMD Kepri akan dirancang mengacu pada arah kebijakan nasional, terutama Asta Cita Presiden Prabowo, dengan penekanan pada keberlanjutan dan inklusivitas pembangunan.
Gubernur juga menyampaikan capaian positif dalam beberapa tahun terakhir, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil, penurunan angka pengangguran, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks dan membutuhkan kerja sama yang lebih solid.
“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah ruang dialog untuk menyatukan pandangan, masukan, dan aspirasi dalam menyusun perencanaan yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kepri.
“Mari kita satukan langkah, bangun sinergi, dan kokohkan komitmen menuju Kepri yang lebih maju dan sejahtera untuk semua,” tutup Gubernur Ansar Ahmad.(*)






