'

Mubaligh Datangi Bawaslu Tanjungpinang Terkait Penghentian Kasus Dugaan Politik Uang Dua Caleg Garuda

Empat orang ulama yang tergabung didalam Forum Komunikasi Muballigh Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau saat mendatangi kantor Bawaslu setempat, Senin (3/6) petang.

Empat orang ulama yang tergabung didalam Forum Komunikasi Muballigh Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau saat mendatangi kantor Bawaslu setempat, Senin (3/6) petang.

Tanjungpinang, LintasKepri.com – Beberapa ulama yang tergabung didalam Forum Komunikasi Muballigh Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mendatangi kantor Bawaslu setempat, Senin (3/6) petang.

Mereka datang terkait penghentian kasus dugaan money politic (politik uang) terhadap dua caleg Partai Garuda Dapil Tanjungpinang Timur atas nama Brando Ahmad Purba dan Rantha Fauzi.

“Kedatangan kita ke kantor Bawaslu ini untuk berjumpa dan menanyakan kepada ketua maupun komisioner terkait penghentian kasus dugaan money politic terhadap dua caleg Partai Garuda,” kata Koordinator Mubaligh Kota Tanjungpinang Riswandi.

Sayangnya beberapa ulama tidak berhasil menjumpai ketua maupun komisioner Bawaslu Tanjungpinang karena salah seorang staf/penjaga kantor mengatakan libur.

Diketahui bahwa dua caleg Garuda itu sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bawaslu sebelumnya. Riswandi heran kenapa kasus itu dihentikan setelah dilimpahkan ke kepolisian.

“Sudah jelas bahwa bukti-bukti terhadap dua caleg Garuda itu sudah lengkap dan diduga melakukan money politic. Tapi kenapa kasusnya dihentikan, timbul pertanyaan jika seperti ini,” tegasnya.

Riswandi menilai apakah terjadi tebang pilih dalam kasus dugaan politik uang. Sementara kasus itu berlanjut untuk seorang caleg dari Partai Gerindra atas nama M. Apriyandy.

“Kita minta kepada Bawaslu dan institusi terkait (penegak hukum) bersikaplah arif dan bijaksana dalam mengambil tindakan yang sesuai dengan aturan berlaku serta harus netral,” tegasnya lagi.

(cho)

Baca juga :

Top