Menko Perekonomian Pimpin Pelepasan Ekspor Komoditas Olahan Kelapa Menuju Eropa

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin pelepasan ekspor komoditas olahan kelapa menuju eropa di Pelabuhan Bandar Sri Udana, Lobam, Kabupaten Bintan, Sabtu (26/9).

Bintan, LintasKepri.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin pelepasan ekspor komoditas olahan kelapa menuju eropa di Pelabuhan Bandar Sri Udana, Lobam, Kabupaten Bintan, Sabtu (26/9).

“Produk olahan kelapa ini 100 persen dari Indonesia dan merupakan ekspor yang luar biasa. Semoga dapat direplikasi di berbagai daerah,” ucapnya.

Airlangga menyebut, salah satu olahan kelapa yang sehat untuk meningkatkan imunitas tubuh yakni minyak kelapa.

“Minyak kelapa ini yang selalu dikampanyekan oleh Menteri Pertanian untuk peningkatan imunitas tubuh,” katanya.

Airlangga mengapresiasi PT Bionesia Organic Foods (BOF) karena kesekian kalinya melakukan ekspor olahan kelapa.

“Dan hari ini tepung hasil olahan kelapa akan dikirim ke India, dan santan bubuk ke Jerman,” tuturnya.

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (BKP) sebagai instrumen strategis dalam ekspor produk pertanian bertanggung jawab dalam pemberian Sertifikat Karantina (sertifikat sanitari dan phytosanitari), produk-produk pertanian sesuai dengan salah satu perjanjian dalam WTO (Agreement on Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS).

“Kementan siap memfasilitasi serta mendorong akselerasi ekspor pertanian dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan instansi terkait dan pemerintah daerah,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memimpin pelepasan ekspor komoditas olahan kelapa menuju eropa di Pelabuhan Bandar Sri Udana, Lobam, Kabupaten Bintan, Sabtu (26/9).

Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui tiga program strategis.

Ketiga program itu adalah mendorong layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian, Gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani).

Selain itu, mendorong para petani muda atau generasi milenial agar dapat ikut memasuki pasar ekspor produk pertanian.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa lalu lintas perdagangan antar negara maupun regional memberikan keuntungan ekonomi yang besar bagi negara kita,” jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, data kontribusi pertanian terhadap perekonomian terus meningkat. Di kuartal kedua 2020, sumbangan pertanian terhadap PDB nasional mencapai 15,46 persen. Angka tersebut meningkat 1,89 persen dari periode yang sama di tahun 2019.

Salah satu sumber peningkatan itu adalah pertumbuhan ekspor komoditas pertanian. Dan khusus untuk Kepri, berdasarkan rilis BPS tahun 2019 total ekspor sektor non migas didominasi produk pertanian, mengalami peningkatan sebesar 1,29 persen atau naik sebesar Rp1,69 triliun dari tahun 2018.

“Dan tren positif tersebut terus berlanjut pada tahun 2020,” katanya.

(cho)