Melalui Haornas ke-37, Bupati Natuna Minta Jadi Evaluasi Pembangunan Dibidang Olahraga

Bupati Natuna beserta sejumlah OPD dan tamu undangan saat mengikuti senam sehat.

Natuna, LintasKepri.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 tahun 2020, yang dipusatkan di Halaman Gedung Daerah Kabupaten Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Jum’at (11/09/2020) pagi.

Kegiatan Haornas dalam bentuk Senam Bersama dihadiri perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Natuna, Organisasi Perempuan dan masyarakat tersebut mengusung tema ‘Sport Science, Sport Tourism, Sport Industri’.

Adapun tema diatas tersebut merupakan upaya untuk menyampaikan pesan dan informasi akan pentingnya olahraga bagi masyarakat, sekaligus ajakan berolahraga agar tercipta masyarakat yang sehat dan bugar.

Sambutan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya ketika itu menyampaikan bahwa penetapan Haornas oleh Pemerintah dilatar belakangi berbagai peristiwa bersejarah yang menginspirasi seluruh anak bangsa untuk terus membangun raga dan karakter bangsa yang berkualitas.

Menurut Hamid Rizal, Peringatan Haornas ini hendaknya menjadi momentum untuk mengevaluasi jalannya pembangunan dibidang olahraga, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Namun seiring pembangunan olahraga yang akan terus berjalan, Hamid Rizal juga mengingatkan bahwa saat ini sedang melalui kondisi Pandemi Covid-19 yang harus disikapi secara bijak.

Ratusan pegawai dilingkungan Pemkab Natuna saat mengikuti senam sehat, pada momen Haornas ke-37 tahun 2020.

“Oleh karenanya, penerapan protokol kesehatan harus menjadi faktor yang utama, baik dalam merancang program pembangunan, upaya realisasi dan pengawasan yang melibatkan masyarakat luas,” ucap Hamid Rizal.

Dengan membangun kepedulian diri bagi penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan pada gilirannya penerapan new normal dalam memutus mata rantai penyebaran Covid -19 menjadi kebiasaan baru yang berdampak positif dalam pelaksanaan pembangunan, berbangsa dan bernegara. (Erwin/Pro_Kopim)