Masyarakat Sabang Mawang Barat Pulau Tiga Krisis Air Bersih

Yusnita tampak sedang mencuci piring yang menumpuk, akibat susah air bersih.

Yusnita tampak sedang mencuci piring yang menumpuk, akibat susah air bersih.

Natuna, LintasKepri.com – Musim kemarau berkepanjangan yang melanda sebagian wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), membuat beberapa sumber air mengering. Hal ini membuat sebagian warga sulit untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Salah satunya adalah Desa Sabang Mawang Barat, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna. Ratusan warga masyarakat yang tinggal di Desa tersebut, juga tengah dilanda paceklik air bersih.

Hal ini disampaikan oleh Yusnita, salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di RT 02/RW 02 Desa Sabang Mawang Barat. Menurutnya, peceklik air bersih ini sudah berlangsung sekitar 2 bulan terakhir.

“Udah lama juga, sekitar dua bulan lah disini susah air,” ujar Yusnita, saat ditemui dikediamannya baru-baru ini.

Salah satu sudut Desa Sabang Mawang Barat, Kecamatan Pulau Tiga.

Salah satu sudut Desa Sabang Mawang Barat, Kecamatan Pulau Tiga.

Wanita yang telah memiliki lima orang anak itu mengungkapkan, bahwa saat ini pihak pengelola air bersih yang ada di Desanya, menerapkan system buka tutup pada bak penampungan air. Hal ini dilakukan agar dapat bergiliran dalam memasok air bersih ke rumah-rumah penduduk.

“Sekarang pakai gilir, tapi tak sampai satu jam. Jadi belum sampai penuh drum kami, airnya sudah mati,” keluhnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, seperti mandi, mencuci dan memasak, dirinya harus rela mengangkut air lagi dari salah satu sumur yang ada, dengan menggunakan jirigen ukuran 35 liter.

“Kalau nggak ngangkut air lagi dari telaga (sumur, red), nggak cukup,” katanya.

Parahnya lagi, kata dia, bahwa di Desa Sabang Mawang Barat hanya ada 2 buah sumur, yang masih menyisakan air bersih. Sehingga, warga harus rela mengantre, untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Warga Sabang Mawang Barat tampak tengah sibuk menampung air bersih.

Warga Sabang Mawang Barat tampak tengah sibuk menampung air bersih.

Terpisah, Muhammad Yasak, juga warga Desa Sabang Mawang Barat, mengungkapkan, bahwa sebelumnya air bersih yang ada di Desanya sangat melimpah. Hal ini karena adanya bak penampungan air milik Pemerintah Desa setempat, yang dialirkan kerumah-rumah warga secara gratis.

Namun akibat musim kemarau berkepanjangan, sumber air yang biasanya ditampung didalam bak penampungan, mulai mengecil. Sehingga tidak lagi cukup untuk dibagikan keseluruh rumah penduduk.

“Makanya pakai cara giliran, biar terbagi rata,” ujar mantan Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 tersebut.

Ia bersama warga lainnya berharap, Pemerintah dapat memberikan solusi, untuk mengatasi krisis air bersih yang telah lama melanda sebagian besar wilayah Pulau Tiga.

Laporan : Erwin Prasetio

Baca juga :

    Top